Baru Dilantik, PM Australia Albanese Melihat Hubungan dengan China akan Sulit

Senin, 23 Mei 2022 | 10:38 WIB Sumber: Reuters
Baru Dilantik, PM Australia Albanese Melihat Hubungan dengan China akan Sulit

ILUSTRASI. Perdana Menteri Australia Anthony Albanese, di Sydney, Australia 21 Mei 2022. REUTERS/Jaimi Joy


KONTAN.CO.ID - SYDNEY. Perdana Menteri Australia yang baru, Anthony Albanese, pada hari Senin (23/5) mengatakan bahwa menjaga hubungan baik dengan China nantinya akan tetap sulit. Albanese menyebut sikap China saat ini sudah berubah.

"China yang berubah, bukan Australia. Australia harus selalu membela nilai-nilai kita dan kami akan melakukannya di pemerintahan yang saya pimpin," ungkap Albanese dalam upacara pelantikannya, seperti dikutip Reuters. 

Hubungan antara Australia dengan China dalam beberapa tahun memang kurang harmonis. Hal ini didorong oleh adanya perselisihan terkait perdagangan, tuduhan Australia mengenai asal-usul virus corona dan campur tangan asing.

Baca Juga: Terpilih Jadi PM Australia, Albanese: Saya Ingin Menyatukan Negara!

Anthony Albanese, yang merupakan pemimpin Partai Buruh Australia, dilantik sebagai perdana menteri ke-31 negara itu pada Senin. Albanese menjanjikan adanya perubahan, terutama dalam mengatasi perubahan iklim, meningkatnya biaya hidup, dan ketidaksetaraan.

Pada hari Selasa (24/5), Albanese akan bertolak ke Jepang untuk menghadiri KTT Quad bersama pemimpin AS, Jepang, dan India.

Aliansi pertahanan Quad sering mendapat kritik dari China karena dianggap bentuk lain dari NATO yang beroperasi di Asia. AS yang menjadi motor aliansi ini jelas membuat China khawatir.

Albanese mengaku telah berbicara dengan Presiden AS Joe Biden pada hari Minggu (22/5) malam dan membahas agenda pertemuan Quad. Albanese bertekad untuk mendukung forum multilateral seperti Quad.

"Kunjungan ini sejalan dengan tiga pilar kebijakan luar negeri Australia di bawah Pemerintahan Albanese: aliansi kita dengan Amerika Serikat, keterlibatan kita dengan kawasan, dan dukungan kita untuk forum multilateral," ungkap Albanese.

Baca Juga: Kelompok Quad Bakal Luncurkan Sistem Pelacakan Illegal Fishing oleh China

Pada KTT Quad Selasa nanti, keempat negara bisa dipastikan akan membahas langkah-langkah untuk menahan pengaruh China di kawasan Indo-Pasifik. Salah satunya dengan membentuk program untuk mengekang penangkapan ikan ilegal di kawasan tersebut.

Financial Times pada hari Minggu melaporkan bahwa Quad akan memanfaatkan teknologi satelit untuk melacak penangkapan ikan ilegal di kawasan Samudra Hindia hingga Pasifik Selatan.

Beberapa negara di kawasan tersebut juga dilaporkan mulai terganggu dengan kehadiran kapal penangkap ikan China yang sering melanggar ZEE dan merusak ekosistem saat menangkap ikan.

Halaman   1 2 Tampilkan Semua
Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Terbaru