BBM langka, jaringan telekomunikasi Lebanon terancam runtuh

Rabu, 06 Oktober 2021 | 13:32 WIB Sumber: Arab News
BBM langka, jaringan telekomunikasi Lebanon terancam runtuh

ILUSTRASI. Demonstran membawa bendera nasional selama protes anti-pemerintah di pusat Kota Beirut, Lebanon 20 Oktober 2019.


KONTAN.CO.ID - BEIRUT. Parlemen Lebanon pada Selasa (5/10) memperingatkan, jalur telekomunikasi dan internet di seluruh negeri bisa runtuh dalam beberapa hari. Kelangkaan bahan bakar semakin memperburuk krisis ekonomi Lebanon.

"Stok solar di perusahaan seluler Touch dan Alfa milik negara dan perusahaan telekomunikasi milik negara Ogero hanya cukup untuk beroperasi selama beberapa hari, layanan telekomunikasi akan hancur," ungkap Komite Media dan Komunikasi Parlemen dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Arab News.

Electricite du Liban, perusahaan yang mengendalikan 90% produksi listrik negara dilaporkan tidak lagi mampu mengamankan listrik untuk institusi dan rumahtangga dalam beberapa bulan terakhir.

Baca Juga: Krisis ekonomi berlanjut, penduduk Lebanon semakin jauh dari pasokan air bersih

Kemampuan perusahaan semakin melemah terutama setelah subsidi pemerintah untuk solar dicabut. Harga solar, yang ditetapkan dalam dollar AS, naik dua kali lipat.

Direktorat Jenderal Minyak Lebanon pada September lalu menetapkan harga jual solar US$ 549 per ton di fasilitas minyak saja setelah liberalisasi impor.

Negara juga tidak lagi bisa mengontrol penjualan solar dan gagal menerapkan mekanisme bagaimana institusi bisa membeli solar dalam dollar AS.

Nilai pound Lebanon (LBP) terhadap dollar AS saat ini sangat lemah. US$ 1 setara dengan LBP 3.900 di bank komersial, LBP 14.000 di platform Sayrafa Bank Sentral, dan sekitar LBP 16.000 di pasar gelap. Sementara kurs resmi mencatat LBP1.507 per dollar AS.

Baca Juga: Prancis janjikan bantuan dana senilai €100 juta ke Lebanon

Arab News melaporkan, saat ini layanan telekomunikasi dan internet telah dihentikan sementara di beberapa wilayah dalam beberapa bulan terakhir.

MP Hussein Hajj Hassan, yang memimpin komite, mengatakan, kelangkaan bahan bakar bukanlah satu-satunya masalah. Melonjaknya harga suku cadang untuk perawatan juga jadi tantangan yang sangat menghambat. 

"Beberapa kasus pencurian suku cadang jaringan telekomunikasi juga kerap terjadi, di antaranya berupa tiang transmisi telah dijual secara online," kata Hassan.

Pada Selasa, komite sepakat untuk membuka kredit tambahan untuk Ogero agar bisa memenuhi kebutuhan bahan bakar dan suku cadangnya.

Komite berharap, nantinya akan ada mekanisme yang jelas antara Kementerian Komunikasi, Touch, Alfa, Ogero, dan penyedia bahan bakar untuk menyediakan solar dalam jumlah besar yang diperlukan, dan dijual dalam pound Lebanon.

Selanjutnya: Bank Dunia: Krisis ekonomi Lebanon adalah salah satu krisis terburuk dalam 150 tahun

Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Terbaru