Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Otoritas bea cukai China pekan ini memberi tahu para petugas bahwa chip kecerdasan buatan (AI) H200 buatan Nvidia tidak diizinkan masuk ke China, menurut tiga sumber Reuters yang mengetahui persoalan tersebut.
Selain itu, pejabat pemerintah China juga memanggil perusahaan teknologi dalam negeri ke sejumlah pertemuan pada Selasa. Dalam pertemuan itu, perusahaan-perusahaan tersebut secara tegas diminta untuk tidak membeli chip H200 kecuali benar-benar diperlukan, kata dua sumber tersebut dan satu sumber lainnya.
“Bahasa yang digunakan pejabat sangat keras, sehingga pada dasarnya ini merupakan larangan untuk sementara waktu, meski bisa berubah di kemudian hari tergantung perkembangan situasi,” ujar salah satu sumber Reuters.
Chip H200, yang merupakan chip AI terkuat kedua Nvidia, menjadi salah satu titik panas utama dalam hubungan AS–China saat ini. Meski permintaannya tinggi dari perusahaan China, masih belum jelas apakah Beijing berniat melarangnya secara total demi memberi ruang bagi industri chip domestik, atau masih mempertimbangkan bentuk pembatasan tertentu, atau justru menggunakan langkah ini sebagai alat tawar-menawar dalam negosiasi dengan Washington.
Chip tersebut sebenarnya baru saja disetujui secara resmi oleh pemerintahan Trump untuk diekspor ke China pekan ini, meski dengan sejumlah persyaratan. Di sisi lain, isu ini juga sensitif di Amerika Serikat. Banyak kalangan garis keras soal China khawatir chip tersebut dapat memperkuat kemampuan militer China dan menggerus keunggulan AS di bidang AI.
Baca Juga: Trump Memberlakukan Tarif 25% untuk Impor Beberapa Chip Komputasi Canggih
Para sumber, yang berbicara dengan syarat anonim karena sensitifnya isu ini, mengatakan otoritas China tidak memberikan alasan atas arahan tersebut dan juga tidak menjelaskan apakah kebijakan ini merupakan larangan resmi atau hanya bersifat sementara.
Reuters belum dapat memastikan apakah arahan tersebut berlaku untuk pesanan H200 yang sudah ada atau hanya untuk pesanan baru.
Hingga berita ini diterbitkan, Administrasi Umum Bea Cukai China, Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi, serta Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional belum menanggapi permintaan komentar dari Reuters. Nvidia juga belum memberikan tanggapan.
Taktik Tawar-Menawar Beijing untuk Menekan Konsesi Lebih Besar?
Media The Information melaporkan pada Selasa bahwa pemerintah China pekan ini memberi tahu sejumlah perusahaan teknologi bahwa pembelian chip H200 hanya akan disetujui dalam kondisi khusus, misalnya untuk kegiatan riset dan pengembangan yang dilakukan bersama universitas.
Salah satu sumber mengatakan, pengecualian untuk tujuan R&D dan universitas saat ini masih dibahas.
Para analis menilai langkah Beijing ini bisa bertujuan memberi tekanan pada Washington menjelang kunjungan Presiden AS Donald Trump ke Beijing pada April mendatang untuk bertemu Presiden China Xi Jinping, di tengah gencatan senjata yang rapuh dalam perang dagang kedua negara.
“Beijing sedang mendorong untuk melihat konsesi lebih besar apa yang bisa mereka peroleh guna membongkar pembatasan teknologi yang dipimpin AS,” kata Reva Goujon, ahli strategi geopolitik di firma riset Rhodium Group.
Tonton: Yayasan Milik Bill Gates Tunjuk Sri Mulyani Jadi Dewan Pengurus
Amerika Serikat sendiri sejak 2022 telah membatasi ekspor chip kelas atas ke China untuk menghambat perkembangan AI dan teknologi negara tersebut.
Tahun lalu, Trump sempat melarang lalu kembali mengizinkan ekspor chip yang jauh lebih lemah, yakni H20. Namun setelah itu, Beijing secara de facto memblokir penjualan chip tersebut sejak sekitar Agustus. Akibatnya, CEO Nvidia Jensen Huang mengatakan pangsa pasar chip AI Nvidia di China, ekonomi terbesar kedua dunia, menyusut hingga nol.
Berbeda dengan H20, chip H200 menawarkan kinerja sekitar enam kali lebih tinggi, sehingga menjadi produk yang sangat menarik.
Meski produsen chip China telah mengembangkan prosesor AI seperti Ascend 910C buatan Huawei, H200 dinilai jauh lebih efisien untuk pelatihan skala besar model AI canggih.
Perusahaan teknologi China disebut telah memesan lebih dari dua juta unit chip H200 dengan harga sekitar US$ 27.000 per unit, jauh melampaui stok Nvidia yang hanya sekitar 700.000 chip, menurut sumber bulan lalu.
Namun, masih menjadi perdebatan pihak mana yang sebenarnya paling diuntungkan dari penjualan H200 ke China.
Masuk kembali ke pasar China berarti keuntungan besar bagi Nvidia dan pemerintah AS, yang akan memungut biaya sebesar 25% dari penjualan chip tersebut.
Baca Juga: Di Balik Turunnya Defisit AS, Ada Ancaman Fiskal Jangka Panjang
Pejabat AI Gedung Putih David Sacks dan sejumlah pihak lain juga berpendapat bahwa mengekspor chip semacam ini ke China justru akan mengurangi insentif pesaing China untuk mengejar desain chip paling canggih Nvidia.
“Beijing percaya AS sangat membutuhkan penjualan chip AI ke China, sehingga China merasa memiliki daya tawar untuk menekan konsesi dari AS sebagai imbalan atas persetujuan lisensi,” kata Chris McGuire, peneliti senior bidang China dan teknologi baru di lembaga pemikir Council on Foreign Relations.












![[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_17122515210200.jpg)
