kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Beberapa hari sebelum lockdown, panic buying melanda Malaysia


Kamis, 03 Juni 2021 / 05:56 WIB
Beberapa hari sebelum lockdown, panic buying melanda Malaysia
ILUSTRASI. Sebelum lockdown diberlakukan, Malaysia mengalami pembelian secara panik (panic buying) di sejumlah supermarket. REUTERS/Lim Huey Teng


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Sementara itu, juru bicara Honda mengatakan pihaknya juga akan menutup sementara dua pabrik selama penguncian. Pabrik ini, yang setiap tahun memproduksi sekitar 100.000 mobil dan 300.000 sepeda motor, diharapkan dapat melanjutkan produksi mulai 15 Juni, katanya.

Sebelumnya, Malaysia telah mencoba untuk meningkatkan kampanye vaksinasinya. Akan tetapi, kurang dari 6% warga Malaysia yang telah menerima setidaknya satu dosis vaksin - hampir setengah dari proporsi di India.

Lonjakan kasus Covid-19 di Malaysia mencerminkan tren yang mengkhawatirkan di seluruh Asia Tenggara, di mana negara-negara berjuang untuk memerangi peningkatan kasus dan lambatnya peluncuran program vaksinasi.

Negara-negara seperti Thailand dan Vietnam telah mendapat pujian karena berhasil menahan gelombang virus sebelumnya.

Namun, Thailand telah mencatatkan angka kematian Covid-19 meningkat sepuluh kali lipat selama dua bulan terakhir. Sedangkan pejabat Vietnam mendeteksi kombinasi yang lebih menular dari varian Inggris dan India selama akhir pekan.

Selanjutnya: Malaysia lockdown nasional, ini sektor-sektor yang tetap boleh beroperasi




TERBARU

[X]
×