kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.703.000   40.000   1,50%
  • USD/IDR 16.954   37,00   0,22%
  • IDX 9.105   29,10   0,32%
  • KOMPAS100 1.259   3,29   0,26%
  • LQ45 891   1,64   0,18%
  • ISSI 332   1,52   0,46%
  • IDX30 455   2,33   0,52%
  • IDXHIDIV20 538   4,69   0,88%
  • IDX80 140   0,25   0,18%
  • IDXV30 148   1,30   0,88%
  • IDXQ30 146   0,81   0,56%

Begini kombinasi mengerikan drone pengintai dan helikopter serang China


Senin, 17 Mei 2021 / 23:35 WIB
Begini kombinasi mengerikan drone pengintai dan helikopter serang China


Sumber: Global Times | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) baru-baru ini melakukan latihan tembakan langsung, dengan drone pengintai memandu helikopter dalam serangan rudal terhadap target maritim di luar jangkauan visual.

Sebuah brigade serangan udara yang tergabung dalam Grup ke-71 Angkatan Darat PLA baru-baru ini mengadakan latihan di Laut Kuning, China Central Television (CCTV) melaporkan, seperti dikutip Global Times.

Selama latihan, pasukan pertama kali meluncurkan drone pengintai dari darat, yang kemudian mendeteksi, mengidentifikasi, dan melacak target maritim dari ketinggian ribuan meter di udara, lalu mengirim data kembali ke pusat komando secara real time.

Setelah menerima perintah, beberapa helikopter serang Z-19 lepas landas dan dengan cepat menuju target di ketinggian rendah. Alih-alih mengonfirmasi dengan mata telanjang, pilot meluncurkan rudal ke target berdasarkan panduan drone begitu mereka memasuki jangkauan rudal.

Baca Juga: Qilianshan, kapal pendaratan amfibi terbaru China dengan banyak kemampuan tempur

Baik target diam maupun bergerak terkena hantaman rudal, menurut laporan CCTV.

Teknik ini sangat mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk melakukan serangan, dan helikopter bisa meninggalkan area misi segera setelah meluncurkan rudal, CCTV menyebutkan.

Potensi maksimum rudal

Helikopter juga memanfaatkan potensi maksimum rudal, yang jangkauannya lebih jauh dari mata telanjang, dan juga bekerja  dalam kondisi jarak pandang yang rendah seperti dalam cuaca buruk atau ketika musuh menggunakan asap, seorang ahli militer China mengatakan kepada Global Times tapi meminta anonimitas.

Di garis depan medan perang, meski superioritas udara sudah diamankan, beberapa musuh masih bisa mengancam helikopter dengan senjata antipesawat seperti peluncur misil portabel. 

Baca Juga: Jaga Laut China Selatan, 1 kapal selam dan 2 kapal perang utama China resmi bertugas




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×