kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45789,82   1,25   0.16%
  • EMAS1.008.000 0,10%
  • RD.SAHAM 0.17%
  • RD.CAMPURAN 0.10%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Begini respons Jerman terkait rencana AS tarik 9.500 tentara


Senin, 08 Juni 2020 / 14:54 WIB
Begini respons Jerman terkait rencana AS tarik 9.500 tentara
ILUSTRASI. Nama Negara : Amerika Serikat ;Populasi : 323.995.528 ;orang ;Personel Militer : 2.363.675 orang ;Pesawat tempur : ;2.296 pesawat ;Tank tempur : 5.884 tank ;Aset Angkatan ;Laut : 415 (19 kapal induk) ;Anggara pertahanan : US$ 587,8 miliar (bila kurs US$ 1

Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - BERLIN. Koordinator Jerman untuk hubungan trans-Atlantik mengkritik keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menarik ribuan pasukan dari Jerman.

Trump telah memerintahkan militer AS untuk memindahkan 9.500 tentara dari Jerman, seorang pejabat senior AS mengatakan pada hari Jumat.

Baca Juga: Gelar latihan perang besar-besaran dekat Rusia, AS dan NATO unjuk kekuatan

"Ini benar-benar tidak dapat diterima, terutama karena tidak ada orang di Washington yang berpikir untuk memberitahu sekutu NATO-nya Jerman di muka," kata Peter Beyer, anggota konservatif Kanselir Angela Merkel, mengatakan kepada surat kabar Rheinische Post seperti dilansir Reuters, Senin (8/9)

Mengikuti keputusan Trump, Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas mengatakan dalam sebuah wawancara surat kabar bahwa ia menyesali rencana penarikan tentara AS dari Jerman, menggambarkan hubungan Berlin dengan Amerika Serikat sebagai "rumit".

Presiden Trump telah memerintahkan militer AS untuk memindahkan 9.500 tentara dari Jerman. Langkah Trump yang kemungkinan akan meningkatkan kekhawatiran di Eropa tentang komitmen AS ke benua Eropa.

Baca Juga: Donald Trump tarik 9.500 tentara AS dari Jerman, hubungan AS-Jerman memburuk?

Langkah ini akan mengurangi jumlah pasukan AS di Jerman menjadi 25.000 orang, dari 34.500 personel yang saat ini ada.

Seorang pejabat senior AS yang tidak mau disebut identitasnya kepada Reuters mengatakan, kebijakan itu adalah hasil dari berbulan-bulan kerja oleh perwira militer top Amerika, Jenderal Mark Milley, ketua kepala staf gabungan, dan tidak ada hubungannya dengan ketegangan antara Trump dan Jerman.

 



TERBARU

[X]
×