Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli
Model “hub and spoke” ini, pusat bersama dengan cabang mandiri, dinilai memberi dua keuntungan sekaligus. Di satu sisi, keluarga mendapat efisiensi biaya dan akses ke investasi kelas atas lewat pengelolaan terpusat.
Di sisi lain, tiap anggota bebas mengejar minat dan nilai masing-masing.
Pola serupa kini banyak diadopsi keluarga ultra-kaya lain yang menghadapi peralihan generasi.
Baca Juga: Masih Rugi di Pos Nilai Wajar Investasi, Ini Strategi Astra (ASII) Kelola Portofolio
Namun, tantangan tetap ada. Memasuki generasi ketiga, perbedaan kepentingan kian nyata. Konsultan family office menilai menjaga kesatuan keluarga membutuhkan komitmen waktu, biaya, dan energi, terutama saat generasi muda ingin mengambil arah investasi berbeda, seperti mendukung startup AI atau menarik diri dari energi fosil.
Di keluarga Walton, pergeseran itu mulai terlihat. Para cucu kini memiliki hak suara atas kepemilikan saham Walmart dan semakin berperan di yayasan keluarga senilai US$8,6 miliar, dengan fokus filantropi yang bergeser ke isu-isu keberlanjutan.
Seiring bertambahnya pengaruh generasi muda, keluarga Walton menunjukkan bagaimana kekayaan besar tidak hanya dikelola untuk bertambah, tetapi juga diarahkan untuk tujuan yang lebih luas.












