kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Beijing: Di Bawah Arahan Xi Jinping dan Putin, Hubungan China & Rusia Bergerak Maju


Selasa, 13 September 2022 / 14:50 WIB
ILUSTRASI. Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiri pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping di Beijing, China, Jumat (4/2/2022). Aleksey Druzhinin/Kremlin via REUTERS.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - BEIJING. China bersedia membentuk tatanan internasional bersama dengan Rusia dalam arah yang lebih adil dan rasional, seorang diplomat senior China mengatakan saat Presiden Vladimir Putin dan Xi Jinping akan bertemu pekan ini.

Mantan sekutu Perang Dingin, China dan Rusia semakin dekat dalam beberapa tahun terakhir, sebagai bagian dari apa yang mereka sebut hubungan "tanpa batas" yang bertindak sebagai penyeimbang dominasi global Amerika Serikat.

"Di bawah arahan strategis Presiden Xi Jinping dan Presiden (Vladimir) Putin, hubungan antara kedua negara selalu bergerak maju di jalur yang benar," kata Kepala Urusan Luar Negeri Partai Komunis Yang Jiechi kepada Duta Besar Rusia untuk China Andrey Denisov pada Senin (12/9), menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri China, seperti dikutip Channel News Asia.

Baca Juga: Xi Jinping Akan Bertemu Vladimir Putin di Asia Tengah, di Negara Mana?

Yang menyatakan, China "bersedia bekerja dengan Rusia untuk terus menerapkan semangat kerjasama strategis tingkat tinggi antara kedua negara, menjaga kepentingan bersama kedua belah pihak, dan mempromosikan pengembangan tatanan internasional ke arah yang lebih adil dan rasional".

Denisov pun memuji "hasil yang bermanfaat" dari hubungan bilateral Rusia dan China.

Rusia telah berusaha untuk meningkatkan hubungan dengan negara-negara Asia, khususnya China, sejak terkena sanksi Barat yang belum pernah terjadi sebelumnya atas invasi mereka ke Ukraina.

Meningkatkan ketegangan antara China dan Barat, Beijing tidak mengutuk intervensi Moskow di Ukraina, dan memberikan perlindungan diplomatik dengan mengecam sanksi Barat dan penjualan senjata ke Kyiv.

Putin dan Xi akan bertemu di Uzbekistan minggu ini, di sela-sela pertemuan puncak negara-negara regional.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×