kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.799.000   25.000   0,90%
  • USD/IDR 17.900   47,00   0,26%
  • IDX 6.127   -2,81   -0,05%
  • KOMPAS100 807   -1,47   -0,18%
  • LQ45 611   -9,23   -1,49%
  • ISSI 216   0,35   0,16%
  • IDX30 348   -6,56   -1,85%
  • IDXHIDIV20 426   -11,92   -2,72%
  • IDX80 93   -0,89   -0,95%
  • IDXV30 118   -2,46   -2,04%
  • IDXQ30 112   -2,96   -2,59%

Belanda izinkan lagi penjualan ganja di tengah penguncian corona, ada apa?


Selasa, 31 Maret 2020 / 21:49 WIB
ILUSTRASI. Sebuah klub seks di Distrik Red Light Amsterdam menutup pintunya sebagai tanggapan terhadap wabah virus corona baru yang berkembang pesat, di Amsterdam, Belanda, 15 Maret 2020.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

Di kedai kopi Jetset di Timur Nijmegen, tindakan pencegahan keamanan berlaku untuk melindungi pembeli dan penjual dari kemungkinan saling menulari virus corona.

Tanda-tanda bacaan seperti "Kami bisa menolak masuk bagi yang batuk dan bersin" dan "Wajib memakai hand sanitizer sebelum masuk" terpasang di luar kedai kopi.

"Kami memiliki sejumlah besar orang yang menggunakan ganja untuk tujuan pengobatan, penghilang rasa sakit, orang dengan multiple sclerosis, orang dengan kemoterapi, yang benar-benar mendapat manfaat darinya," kata Stan Esmeijer, pemilik kedai kopi Kronkel di sebelah Jetset.

Baca Juga: Mengenal pembatasan sosial berskala besar dan efeknya ke masyarakat

"Ini (ganja) juga memberikan sedikit relaksasi. Terutama di masa-masa ini, senang juga Anda memiliki saat-saat ketika Anda bisa santai. Satu orang menggunakan minuman untuk itu dan yang lainnya bersama," ujar dia kepada Reuters.

Belanda mengizinkan penjualan sejumlah kecil ganja dalam kebijakan yang mereka tujukan untuk mengelola risiko kejahatan dan kesehatan. Tingkat penggunaan jauh lebih rendah dibanding banyak negara lain.




TERBARU

[X]
×