kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.734   -19,00   -0,11%
  • IDX 6.525   7,36   0,11%
  • KOMPAS100 852   3,39   0,40%
  • LQ45 644   2,00   0,31%
  • ISSI 229   -0,13   -0,06%
  • IDX30 360   1,47   0,41%
  • IDXHIDIV20 443   4,53   1,03%
  • IDX80 97   0,33   0,34%
  • IDXV30 124   2,23   1,83%
  • IDXQ30 115   0,70   0,62%

Belanja Modal Perusahaan Jepang Naik 1,6% di Kuartal II-2026


Selasa, 01 September 2026 / 07:47 WIB
Belanja Modal Perusahaan Jepang Naik 1,6% di Kuartal II-2026
ILUSTRASI. Belanja perusahaan Jepang untuk pabrik dan peralatan di kuartal II-2026 mengalami kenaiakn 1,6% secara tahunan YoY (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Data Kementerian Keuangan Jepang menunjukkan belanja perusahaan Jepang untuk pabrik dan peralatan naik 1,6% secara tahunan pada periode April-Juni 2026.  Kenaikan tersebut menandakan permintaan domestik menopang perekonomian Jepang.

Hasil tersebut, yang akan digunakan untuk menghitung angka produk domestik bruto (PDB) yang direvisi yang akan dirilis pada 8 September, kemungkinan akan mendukung argumen Bank of Japan (BOJ) atau bank sentral Jepang untuk menaikkan suku bunga kebijakannya pada keputusan dewan berikutnya yang digelar pada 18 September 2026 mendatang.

Data awal bulan lalu menunjukkan, ekonomi Jepang tumbuh sebesar 1,1% per tahun pda kuartal II-2026. Realisasi pertumbuhan ekonomi itu melambat dari pertumbuhan ekonomi di kuartal I-2026 yang capai 1,9%, karena pengeluaran rumah tangga dan bisnis yang lebih lemah.

Baca Juga: AS Bakal Ambil Alih Ladang Minyak Venezuela yang Dikelola Perusahaan China & Rusia

Angka pengeluaran modal dibandingkan dengan hasil yang hampir stagnan pada kuartal sebelumnya. Pengeluaran tumbuh 1,5% secara musiman per kuartal.

Data tersebut juga menunjukkan penjualan perusahaan naik 5,9% pada kuartal tersebut dibandingkan tahun sebelumnya, dan laba berulang meningkat 24,6%.

Belanja modal merupakan indikator utama pertumbuhan ekonomi yang didorong oleh permintaan domestik.

Perusahaan-perusahaan umumnya optimistis terhadap pengeluaran dalam beberapa tahun terakhir, didukung oleh keinginan untuk berinvestasi dalam teknologi informasi guna mengimbangi kekurangan tenaga kerja yang terus-menerus terjadi di tengah populasi yang menua dengan cepat.

Pemerintah telah berjanji untuk menggunakan belanja fiskal untuk mendorong investasi swasta, dengan alasan bahwa belanja modal yang lebih kuat sangat penting untuk meningkatkan potensi pertumbuhan dan meningkatkan produktivitas.

Janji tersebut berfokus pada sektor-sektor yang dianggap penting oleh pemerintah untuk pertumbuhan jangka panjang, termasuk kecerdasan buatan, semikonduktor, manufaktur canggih, dan infrastruktur energi.


Video Terkait



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×