kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45700,06   2,33   0.33%
  • EMAS938.000 -0,85%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Berhasil membesarkan bisnis hingga bisa meraup pendanaan (3)


Sabtu, 24 Agustus 2019 / 10:30 WIB
Berhasil membesarkan bisnis hingga bisa meraup pendanaan (3)

Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Tri Adi

KONTAN.CO.ID -  Bom Kim berhasil membesarkan Coupang. Tahun demi tahun, pendapatan e-commerce ini terus menanjak. Ia mempunyai strategi untuk menggenjot kinerja melalui iklan. Kim rela merogoh kocek lebih dalam agar bisa mengenalkan Coupang. Hasilnya, nama Coupang semakin mendunia, hingga investor berbondong-bondong ingin mendanai perusahaan Kim. Tak terkecuali SoftBank yang juga ikut mendanai Coupang hingga US$ 1 miliar. Valuasi Coupang mencapai US$ 5 miliar

Bom Kim berhasil mencatatkan diri sebagai miliarder termuda kedua di Korea Selatan, Lewat e-commerce Coupang, Forbes mencatat kekayaan Kim sebesar US$ 1 miliar pada Juli 2019.

Untuk membesarkan Coupang, Kim memang memiliki sejumlah strategi. Guna mengenalkan bisnisnya dan menjangkau pengguna tanpa batas, Kim memutuskan untuk mematok biaya pemasaran hingga US$ 1 juta untuk iklan.

Lewat bujet marketing ini, Coupang tercatat sebagai pengiklan teratas Facebook di Korea Selatan. Pada satu titik setiap orang Korea di Facebook sedang melihat 72 iklan Coupang sebulan.

Iklan ini berpengaruh kepada kinerja perusahaan. Pada tahun 2012, Coupang telah mulai menghasilkan keuntungan bulanan. Ini memiliki 700 karyawan, berkolaborasi dengan 25.000 ritel untuk menjual produk mereka. Bahkan Coupang memiliki sekitar 12 juta pelanggan telah tergabung dan daftar.

Kim juga terus berinovasi mengikuti permintaan pasar. Ia mempelajari sifat warga negara Korea dan menyediakan berbagai produk kebutuhan bagi semua kelompok umur.

Untuk menjaga kinerja, Kim juga menjaring talenta berbakat dari programmer, insinyur, dan penerjemah dari luar Korea Selatan untuk membantu membangun perusahaannya. Pada tahun 2011, Kim memutuskan memproduksi aplikasi Coupang untuk ponsel pintar, iPhone. Memang kala itu, berbagai perusahaan mulai membentuk aplikasi.

Seiring berjalannya waktu, bisnis Kim terus berkembang. Tren penjualan ponsel yang terus meningkat pada tahun 2013 di Korea Selatan menjadi salah satu pengungkit pendapatan. Penjualan ponsel mampu menjadi penyumbang hingga setengah dari seluruh penjualan perusahaan.

Pada 2016, Kubang telah berhasil melampaui penjualan tahunan senilai US $ 1 miliar. Hal ini mencapai momentum pertumbuhan yang luar biasa. Ia mengendalikan pasar Korea lebih dari 50 juta orang pengguna.

Di saat bisnis Coupang terus berkembang dari tahun ke tahun, Kim semakin dipercaya dan mendapatkan pendanaan dari investor global. Pada Mei 2014, Coupang berhasil mengumpulkan pendanaan lebih dari US$ 160 juta dari puluhan investor modal ventura di Amerika Serikat. Pada Juni 2015, Coupang juga menerima investasi senilai US$ 1 miliar dari Softbank Jepang. Selain itu, perusahaan Kim juga memiliki valuasi senilai US$ 5 miliar. Pendanaan ini untuk terus mengembangkan bisnis Coupang sebagai ritel online terbesar di Korea Selatan.

SoftBank menilai, bisnis Coupang cukup unik, berbeda dengan e-commerce lain di berbagai wilayah. Bila e-commerce bergantung pada pengiriman barang dengan pihak ketiga, Coupang memiliki tenaga transportasi logistik sendiri. Oleh sebab itu, Coupang mampu mengantarkan produk pesanan pengguna hingga pelosok negeri dengan waktu relatif singkat. "Itu karena kita mengendalikan pemenuhan end-to-end," kata Kim. Ia membandingkan perusahaannya dengan Amazon, yang masih bergantung pada perusahaan logistik pihak ketiga seperti FedEx dan UPS untuk pengiriman.

Jenis integrasi vertikal itu yang menarik SoftBank. Sebab investor asal Jepang ini mencari model e-commerce baru di pasar berkembang. Pencapaian Kim membuat banyak orang menilai Coupang besar yang bisa menempel ketat pemain e-commerce dari China Alibaba. Cita-cita Kim memang ingin benar-benar merebut pasar sebanyak-banyaknya di Korea Selatan termasuk hingga ke negara lain. Dengan berbagai strategi, Kim meyakini bisa mencapainya.

(Bersambung)




TERBARU

Close [X]
×