kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.840.000   -44.000   -1,53%
  • USD/IDR 17.166   -40,00   -0,23%
  • IDX 7.634   12,62   0,17%
  • KOMPAS100 1.054   2,19   0,21%
  • LQ45 759   1,54   0,20%
  • ISSI 277   0,40   0,14%
  • IDX30 403   0,28   0,07%
  • IDXHIDIV20 490   1,86   0,38%
  • IDX80 118   0,34   0,29%
  • IDXV30 139   0,96   0,70%
  • IDXQ30 129   0,30   0,23%

Berlakukan lockdown, Gubernur Oregon AS: Kita berada dalam situasi hidup atau mati


Sabtu, 14 November 2020 / 09:06 WIB
ILUSTRASI. Seorang sukarelawan meletakkan bendera Amerika mewakili beberapa dari lebih 400.000 nyawa yang hilang di AS dalam pandemi virus korona di National Mall, Washington, Selasa (22/9/2020).


Sumber: Channel News Asia | Editor: S.S. Kurniawan

Kedua negara bagian itu sejatinya telah dikunci di awal tahun. Tetapi, virus korona kembali dengan "pembalasan" di seluruh negeri, dan AS menghadapi musim dingin yang panjang dan "gelap".

AS mencatat lebih dari 154.500 kasus baru virus corona dalam 24 jam terakhir, rekor tertinggi sejak pandemi bergulir, mengutip data Universitas Johns Hopkins pada Jumat (13/11).

Sementara Presiden Donald Trump meminta semua orang Amerika untuk tetap "waspada" tetapi mengesampingkan "penguncian" nasional.

"Mudah-mudahan, apa pun yang terjadi di masa depan, siapa yang tahu pemerintahan mana, saya kira waktu akan menjawabnya, tetapi saya dapat memberi tahu Anda bahwa pemerintahan ini tidak akan melakukan lockdown," kata Trump dalam sambutan publik pertamanya sejak kekalahannya dari Presiden terpilih Joe Biden.

Selanjutnya: Trump akhirnya berbicara ke publik, beri sinyal akui Pemerintahan Joe Biden




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×