kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.345.000 -0,88%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Bermodal 3 Juta Baht, Tesla Resmi Masuk ke Thailand


Minggu, 29 Mei 2022 / 08:00 WIB
Bermodal 3 Juta Baht, Tesla Resmi Masuk ke Thailand


Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - BANGKOK. Salah satu produsen mobil listrik terbesar, Tesla, memperbesar ekspansinya di Asia Tenggara dengan masuk ke Thailand. Tesla Thailand ini memiliki modal awal senilai 3 juta baht (setara US$ 87.700)

“Di Thailand, Tesla Ltd akan menjual kendaraan listrik (EV) termasuk mobil penumpang, truk pick-up, dan banyak lagi” kata Departemen Pengembangan Bisnis kementerian dikutip dari Thai Enquirer, Minggu (29/5).

Masuknya Tesla ke Thailand memang memunculkan harapan bahwa Thailand dapat menjadi tuan rumah pabrik Tesla. Namun, tampaknya perusahaan hanya masih akan menjual kendaraan di negara itu, daripada memproduksi atau merakitnya. 

Sebelumnya, pemerintah Indonesia menyatakan bahwa Tesla telah menunjukkan minat dalam investasi baterai dan pabrik kendaraan listrik di kompleks industri di provinsi Jawa Tengah. Sebab, Indonesia termasuk pemasok nikel terbesar di dunia, bahan baku utama dalam pembuatan baterai kendaraan listrik.

Baca Juga: Langkah China Keluar dari Pembatasan Covid-19 Tidak Merata, Beijing Masih Ketat

Masuknya Tesla selaras dengan kebijakan pemerintah Thailand yang mendorong penggunaan EV untuk mendukung transisi ke netralitas karbon. Pada Maret lalu, pemerintah Thailand menyetujui 3 miliar baht dari anggaran fiskal tahun 2022 untuk mendanai insentif kendaraan listrik. Itu termasuk subsidi harga eceran kendaraan listrik dan pembebasan cukai.

Pemerintah Thailand juga telah mengembangkan rencana 10 tahun untuk industri otomotif untuk beralih dari mobil yang menggunakan bahan bakar fosil ke kendaraan listrik, dengan tujuan kendaraan listrik menyumbang setengah dari total produksi mobil pada tahun 2023.

Pada tahun 2021, Thailand mendaftarkan 5.781 kendaraan listrik baru untuk digunakan tahun lalu, termasuk 3.673 sepeda motor listrik, berdasarkan data The Electric Vehicle Association of Thailand (EVAT).

Analis di Nomura Securities mengatakan bahwa sentimen pada perusahaan Thailand yang terkait dengan industri kendaraan listrik seperti KCE Electronics Plc (KCE), Delta Electronics Thailand Plc (DELTA), dan Energy Absolute Plc (EA) kemungkinan akan mendapat manfaat dari kabar masuknya Tesla ini.

“KCE memproduksi papan sirkuit cetak elektronik, sementara DELTA membuat komponen baterai,” kata analis Nomura




TERBARU

[X]
×