CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.600.000   -25.000   -0,95%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Bersiaplah, harga bahan pangan bakal melejit


Minggu, 19 Agustus 2012 / 17:33 WIB
ILUSTRASI. Pabrik PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO).


Reporter: Edy Can, | Editor: Edy Can

Bersiap-siaplah menghadapi kenaikan harga bahan makanan. Para ahli sudah memperingatkan bakal terjadi krisis bahan pangan pada masa mendatang.

Menurut para ahli, krisis bahan pangan ini akibat perubahan musim. Diperkirakan, Amerika Serikat dan kawasan Laut Hitam akan mengalami musim kering pada saat bersamaan.

Begitu juga India. Para ahli memperkirakan curah hujan di Negeri Taj Mahal itu akan sangat rendah. Rata-rata curah hujan pada musim hujan pada pertengahan Agustus ini sebesar 15,2%. Angka ini dibawah rata-rata.

"Kita akan mempunyai iklim yang akan menyurutkan panen seperti jagung di Amerika Serikat dan kedelai di Russia," kata Philippe Pinta, anggota Federasi Petani Prancis (FNSEA).

Berkurangnya hasil panen akan mempertinggi harga. Menurut Pinta, tekanan harga makanan akan persis seperti pada 2007-2008 silam.

Menteri Pangan India Kuruppasserry Varkey Thomas pada bulan ini sudah mengungkapkan, potensi penurunan hasil panen sejumlah komoditas penting. Menurutnya, penurunan produksi itu akan berdampak pada harga.

Sementara Departemen Pertanian Amerika Serikat juga memperkirakan, produksi jagung akan surut ke titik terendah dalam enam tahun terakhir. Dalam siaran persnya, Departemen Pertanian sudah mewanti-wanti kenaikan harga jagung dan kedelai ke titik tertinggi sepanjang sejarah.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×