kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.827.000   -10.000   -0,35%
  • USD/IDR 17.049   32,00   0,19%
  • IDX 7.048   -43,45   -0,61%
  • KOMPAS100 972   -4,90   -0,50%
  • LQ45 716   -1,68   -0,23%
  • ISSI 251   -1,25   -0,50%
  • IDX30 389   -0,10   -0,03%
  • IDXHIDIV20 487   -1,85   -0,38%
  • IDX80 110   -0,59   -0,54%
  • IDXV30 135   -0,95   -0,70%
  • IDXQ30 127   0,03   0,02%

Bersiaplah, harga bahan pangan bakal melejit


Minggu, 19 Agustus 2012 / 17:33 WIB
Bersiaplah, harga bahan pangan bakal melejit
ILUSTRASI. Pabrik PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO).


Reporter: Edy Can, AFP | Editor: Edy Can

Bersiap-siaplah menghadapi kenaikan harga bahan makanan. Para ahli sudah memperingatkan bakal terjadi krisis bahan pangan pada masa mendatang.

Menurut para ahli, krisis bahan pangan ini akibat perubahan musim. Diperkirakan, Amerika Serikat dan kawasan Laut Hitam akan mengalami musim kering pada saat bersamaan.

Begitu juga India. Para ahli memperkirakan curah hujan di Negeri Taj Mahal itu akan sangat rendah. Rata-rata curah hujan pada musim hujan pada pertengahan Agustus ini sebesar 15,2%. Angka ini dibawah rata-rata.

"Kita akan mempunyai iklim yang akan menyurutkan panen seperti jagung di Amerika Serikat dan kedelai di Russia," kata Philippe Pinta, anggota Federasi Petani Prancis (FNSEA).

Berkurangnya hasil panen akan mempertinggi harga. Menurut Pinta, tekanan harga makanan akan persis seperti pada 2007-2008 silam.

Menteri Pangan India Kuruppasserry Varkey Thomas pada bulan ini sudah mengungkapkan, potensi penurunan hasil panen sejumlah komoditas penting. Menurutnya, penurunan produksi itu akan berdampak pada harga.

Sementara Departemen Pertanian Amerika Serikat juga memperkirakan, produksi jagung akan surut ke titik terendah dalam enam tahun terakhir. Dalam siaran persnya, Departemen Pertanian sudah mewanti-wanti kenaikan harga jagung dan kedelai ke titik tertinggi sepanjang sejarah.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×