CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.016,00   11,88   1.18%
  • EMAS971.000 -0,31%
  • RD.SAHAM -1.86%
  • RD.CAMPURAN -0.70%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Bertambah, kini Australia juga batasi perjalanan dari sembilan negara Afrika selatan


Sabtu, 27 November 2021 / 09:53 WIB
Bertambah, kini Australia juga batasi perjalanan dari sembilan negara Afrika selatan
ILUSTRASI. Australia batasi perjalanan dari 9 negara di Afrika selatan karena penemuan varian Covid-19 baru


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - MELBOURNE. Kekhawatiran terhadap penyebaran virus corona (Covid-19) varian baru membuat sejumlah negara kembali memberlakukan pembatasan perjalanan. Terbaru, Australia yang juga mengambil langkah yang sama seperti Uni Eropam, Inggris dan Amerika Serikat (AS).

Sabtu (27/11), Menteri Kesehatan Australia Greg Hunt mengatakan, memberlakukan pembatasan baru pada orang yang sedang dan atau telah berada di sembilan negara di kawasan Afrika selatan.

Hal tersebut dilakukan karena kekhawatiran terkait varian baru Covid-19, yang disebut WHO sebagai Omicron, dapat menyebabkan gelombang pandemi lebih lanjutan.

Efektif segera, pemerintah akan melarang non-warga negara Australia dari sembilan negara tersebut untuk memasuki Australia. Sementara bagi warga Australia yang datang dari sembilan negara tersebyt akan memerlukan karantina 14 hari.

Baca Juga: Brasil akan tutup perbatasannya untuk enam negara Afrika mulai Senin (29/11)

Baca Juga: Khawatir varian Omicron, AS akan larangan turis dari delapan negara Afrika

Kesembilan negara yang dimaksud adalah Afrika Selatan, Namibia, Zimbabwe, Botswana, Lesotho, Eswatini, Seychelles, Malawi, dan Mozambik.

"Siapa pun yang bukan warga negara Australia atau tanggungannya, dan pernah berada di negara-negara Afrika di mana varian Omicron terdeteksi dan menyebar dalam 14 hari terakhir tidak akan bisa masuk ke Australia," jelas Hunt.

Penemuan virus, yang memiliki protein lonjakan yang secara dramatis berbeda dari yang didasarkan pada vaksin yang ada, memicu alarm global pada hari Jumat ketika negara-negara bergegas untuk menangguhkan perjalanan dari Afrika selatan dan pasar saham mengalami penurunan terbesar dalam lebih dari setahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×