kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45991,94   -3,77   -0.38%
  • EMAS988.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.20%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.12%

Brasil akan tutup perbatasannya untuk enam negara Afrika mulai Senin (29/11)


Sabtu, 27 November 2021 / 07:54 WIB
Brasil akan tutup perbatasannya untuk enam negara Afrika mulai Senin (29/11)
ILUSTRASI. Presiden Brasil Jair Bolsonaro umumkan penutupan perbatasan untuk enam negara di kawasan Afrika bagian selatan


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - RIO DE JANEIRO. Brasil mengikuti langkah sejumlah negara dengan menutup perbatasannya bagi para pelancong yang datang dari enam negara di kawasan Afrika selatan.

"Brasil akan menutup perbatasan udaranya ke enam negara di Afrika karena varian virus corona baru," tulis Kepala Staf Kepresidennan Ciro Nogueira dalam sebuah posting Twitter, Jumat (26/11).

"Kami akan melindungi warga Brasil dalam fase baru pandemi di negara ini. Pemberitahuan resmi akan diterbitkan besok dan akan mulai berlaku pada hari Senin (29/11)," tambah Nogueira.

Keenam negara yang dimaksud adalah, Afrika Selatan, Eswatini, Lesotho, Namibia, Botswana, dan Zimbabwe.

Regulator kesehatan Brasil, Anvisa, sebelumnya telah merekomendasikan bahwa pembatasan perjalanan perlu dilakukan dari beberapa negara Afrika karena deteksi varian Covid-19 yang baru.

Uni Eropa dan beberapa negara, termasuk Inggris dan Amerika Serikat, juga telah mengumumkan kontrol perbatasan yang diperketat, saat para peneliti menyelidiki apakah mutasi baru tersebut resisten terhadap vaksin.

Baca Juga: Singapura akan membatasi perjalanan pelancong dari 7 negara Afrika

Baca Juga: Khawatir varian Omicron, AS akan larangan turis dari delapan negara Afrika

Kementerian Kesehatan Brasil mengatakan, dalam catatan sebelumnya bahwa varian B.1.1.529 yang baru menimbulkan potensi ancaman di masa depan, tetapi dampak epidemiologisnya tidak jelas.

Presiden Brasil Jair Bolsonaro bilang, kepada wartawan pada hari sebelumnya, bahwa dia sedang mempertimbangkan untuk mengambil tindakan terkait varian tersebut tetapi terus menekankan bahwa dia menentang pembatasan yang ketat.

"Brasil tidak dapat menangani penguncian lagi. Tidak ada gunanya menjadi takut," katanya setelah acara militer di Rio de Janeiro. "Saya akan mengambil tindakan rasional."

WHO telah memperingatkan negara-negara agar tidak terburu-buru memberlakukan pembatasan perjalanan karena variannya, dan merekomendasikan "pendekatan berbasis risiko dan ilmiah."

Dalam catatan teknisnya, Anvisa mengatakan bahwa orang asing yang telah mengunjungi setidaknya satu dari enam negara Afrika yang disebutkan dalam 14 hari sebelumnya, tidak boleh mendarat di Brasil. Sementara bagi warga Brasil yang datang dari negara-negara tersebut harus melakukan karantina.

Berita terkait varian Covid-19 baru ini pun memukul saham perjalanan di Brasil sepanjang perdagangan Jumat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Financial Modeling & Corporate Valuation Fundamental Supply Chain Planner Development Program (SCPDP)

[X]
×