kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.976   129,00   0,72%
  • IDX 5.934   -261,44   -4,22%
  • KOMPAS100 787   -37,12   -4,50%
  • LQ45 595   -24,76   -4,00%
  • ISSI 206   -8,80   -4,10%
  • IDX30 338   -11,95   -3,42%
  • IDXHIDIV20 417   -10,81   -2,52%
  • IDX80 89   -4,23   -4,52%
  • IDXV30 114   -3,69   -3,14%
  • IDXQ30 109   -3,02   -2,69%

Bezos, Gates bahkan Buffett kehilangan puluhan triliun akibat kejatuhan Wall Street


Selasa, 10 Maret 2020 / 06:35 WIB
ILUSTRASI. Bos Amazon Jeff Bezos dan Bos Microsoft Bill Gates


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  NEW YORK. Kejatuhan bursa saham Amerika Serikat pada perdagangan Senin (9/3) menjadi pukulan besar bagi para miliarder dunia. Penurunan 2.000 poin Indeks Dow Jones Industrial Average telah menghapus hampir US$ 24 miliar atau setara Rp 345 triliun (kurs Rp 14.393 per dolar AS) dari kekayaan bersih lima orang terkaya di dunia.

Mengutip New York Post, Selasa (10/3) Bos Amazon, Jeff Bezos, orang terkaya yang masih hidup, kehilangan US$ 5,6 miliar atau sekitar Rp 80,6 triliun saat memulai pekan ini, kekayaannya menyusut menjadi lebih dari US$ 111,3 miliar dari sebelumnya sebesar US$ 117 miliar, menurut Forbes.

Baca Juga: Wall Street tumbang lebih dari 7%, kekhawatiran resesi membayangi pasar keuangan

Orang terkaya nomor dua sejagat, Bill Gates juga mengalami Senin kelabu. Gates kehilangan US$ 3,8 miliar atau sekitar Rp 54,6 triliun pada hari Senin, menyeret kekayaannya turun menjadi US$ 104,4 miliar.

Tetapi pihak yang paling terpukul akibat rontoknya bursa saham pada pagi hari Senin adalah orang terkaya ketiga dunia, pemilik tokoh mewah asal Prancis, Bernard Arnault, yang kekayaan bersihnya menukik US$ 6 miliar atau sekitar Rp 86 triliun, yang menggerus nilai kekayaannya menjadi US$ 92,6 miliar, menurut Forbes.

Bahkan investor legendaris Warren Buffett, CEO Berkshire Hathaway dan orang terkaya keempat di dunia, tak luput dari kejatuhan Wall Street. Kekayaan Oracle of Omaha tersebut turun US$ 5,4 miliar atau sekitar Rp 77,7 triliun pada hari Senin, menjadi US$ 76,2 miliar.

Baca Juga: Badai sempurna: Market cap bursa AS menguap US$ 5 triliun tersapu corona dan minyak




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×