kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.964.000   20.000   1,03%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

Biden menelepon Suga, ucapkan selamat atas kesuksesan Olimpiade Tokyo 2020


Selasa, 10 Agustus 2021 / 10:27 WIB
Biden menelepon Suga, ucapkan selamat atas kesuksesan Olimpiade Tokyo 2020
ILUSTRASI. Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga dan Presiden AS Joe Biden menghadiri konferensi pers bersama di Washington, D.C. pada Jumat (16/4/2021).


Sumber: Kyodo | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Presiden Amerika Serikat Joe Biden pada hari Selasa (10/8) mengucapkan selamat atas terselenggaranya Olimpiade Tokyo 2020 kepada Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga.

Biden juga menyatakan dukungannya untuk ajang Paralimpiade yang akan berlangsung pada 25 Agustus - 5 September 2021.

Olimpiade Tokyo berakhir hari Minggu (8/8) setelah lebih dari dua minggu kompetisi diadakan di tengah pembatasan luar biasa di bawah pandemi virus corona.

Biden secara penuh mendukung langkah Jepang untuk mengadakan Olimpiade yang aman dan terjamin, meskipun diadakan di tengah pandemi yang masih ganas.

"Biden memuji kinerja semua atlet dan menyoroti keberhasilan Olimpiade Jepang dan AS," ungkap Geduh Putih dalam pernyataannya, seperti dikutip Kyodo.

Baca Juga: Jepang mulai mempermalukan warganya yang melanggar aturan karantina

Setelah panggilan telepon usai, Suga mengatakan kepada pers bahwa dia dan Biden juga menegaskan kerja sama untuk lebih memajukan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka di tengah meningkatnya ketegasan China di kawasan itu.

Sebelumnya, pada hari Senin (9/8), Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken bertemu dengan penasihat keamanan nasional Jepang Takeo Akiba untuk membicarakan pentingnya menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan.

Taiwan belakangan menjadi bahan obrolan paling penting kedua negara yang khawatir bahwa China akan melakukan agresi ke pulau tersebut.

Keduanya juga mencatat pentingnya kerja sama trilateral yang melibatkan Korea Selatan untuk mengatasi apa yang mereka sebut sebagai tantangan mendesak abad ke-21, salah satunya adalah denuklirasasi Korea Utara.

Selanjutnya: PM Jepang kehilangan dukungan, gara-gara tetap gelar Olimpiade di tengah pandemi




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×