kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45766,61   -4,06   -0.53%
  • EMAS887.000 -1,88%
  • RD.SAHAM 0.90%
  • RD.CAMPURAN 0.65%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.47%

Bikin overdosis, Nigeria larang klorokuin untuk obat corona


Senin, 23 Maret 2020 / 17:35 WIB
Bikin overdosis, Nigeria larang klorokuin untuk obat corona
ILUSTRASI. Koota Lagos, Nigeria. Pejabat kesehatan di Nigeria pun mengeluarkan peringatan tentang penggunaan klorokuin untuk pengobatan virus corona

Sumber: CNN | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - LAGOS. Hati-hati dengan obat yang disebut-sebut ampuh membantu menyembuhkan pasien virus corona. Di Nigeria, tiga orang overdosis akibat mengonsumsi chloroquine (klorokuin), salah satu obat yang dianggap manjur untuk penderita virus corona.

Pejabat kesehatan di Nigeria pun mengeluarkan peringatan tentang penggunaan klorokuin untuk pengobatan virus corona. Pamor obat ini makin tenar setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut menggunakan obat ini untuk mengobati penderita virus corona.

Baca Juga: UPDATE corona di Indonesia: Tambah 65 total 579 kasus, 49 meninggal, 30 sembuh

Seorang pejabat negara bagian Lagos mengatakan kepada CNN bahwa tiga orang dirawat di rumahsakit di kota setelah minum obat klorokuin. Pejabat itu kemudian mengeluarkan pernyataan yang memperingatkan agar tidak menggunakan klorokuin untuk pengobatan Covid-19.

Presiden Donald Trump mengklaim di Gedung Putih pekan lalu bahwa Food and Drug Administration (FDA) telah menyetujui obat chloroquine untuk mengobati coronavirus.

Namun FDA mengeluarkan pernyataan yang mengatakan belum menyetujui obat tersebut untuk digunakan melawan Covid-19 dan masih mempelajari efektivitasnya terhadap penyakit.

Setelah komentar Trump, ada lonjakan minat di antara orang-orang di Lagos, Nigeria, yang ingin membeli obat-obatan, yang telah menyebabkan kenaikan harga di negara dengan 20 juta penduduk itu.

Seorang pria mengatakan kepada CNN bahwa di apotek dekat rumahnya di Lagos, kenaikan harga chloroquine lebih dari 400% dalam hitungan menit.

Baca Juga: Kata WHO, ada 20 vaksin virus corona di dunia yang sedang dikembangkan




[X]
×