kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Bisnis hiburan Thailand pasrah dibekukan sementara


Sabtu, 22 Oktober 2016 / 08:15 WIB
Bisnis hiburan Thailand pasrah dibekukan sementara


Reporter: Yuwono Triatmodjo | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

BANGKOK. Masa berkabung setelah wafat Raja Thailand Bhumibol Adulyadej ternyata menyisakan keresahan bagi sebagian pelaku industri di negara tersebut. Pasalnya, sejak kematian Raja Bhumibol pada 13 Oktober, tempat-tempat hiburan di Thailand diharuskan menutup sementara gerainya selama 30 hari ke depan, untuk menghormati peringatan kematian raja.

Seperti diberitakan CNBC, Jumat (21/10), tidak hanya tempat hiburan, beragam acara perayaan, konser dan bahkan peluncuran produk, juga diminta untuk menunda aktivitasnya. Program televisi, berupa sinetron dan tayangan komedi dan game show, untuk sementara tidak ditayangkan.

Kini muncul spekulasi di kalangan pebisnis bahwa masa larangan mengadakan acara hiburan dan keramaian yang ditetapkan selama 30 hari sejak kematian sang Raja, akan diperpanjang menjadi tiga bulan. Kondisi ini pernah terjadi pada kasus kematian putri Galyani Vadhana pada 2008 silam.

Laporan Deutsche Bank, seperti dikutip CNBC, menyebutkan bahwa masa berkabung yang sebelumnya ditetapkan selama 15 hari, diperpanjang hingga 100 hari. Thailand sendiri merupakan negara yang mengandalkan kontribusi dari bisnis pariwisata.

Bisnis perhotelan dan hiburan banyak menyumbang pendapatan bagi negara. Penutupan dan pembekuan aktivitas di bisnis pariwisata tersebut jelas akan membawa efek yang cukup besar, terlebih hal ini terjadi pada kuartal IV, jelang pergantian tahun.

Mengingat pada akhir tahun banyak sekali acara yang bisa dijadikan ajang pebisnis Thailand mendulang fulus dari kunjungan wisatawan. Pembatasan penjualan minuman beralkohol, diyakini para pengamat, merupakan pukulan bagi bisnis makanan dan minuman.

"Penjualan makanan serta minuman yang dipasok bagi bar dan resto tentu akan jatuh," terang Maybank dalam rilisnya, seperti dikutip CNBC.

Adapun kajian dari BowerGroupAsia, pembekuan sementara kegiatan usaha tersebut akan menyebabkan penurunan produktivitas karyawan. Selain itu, geliat bisnis perusahaan, termasuk pengambilan keputusan bisnis dalam beberapa waktu mendatang akan sangat terkendala.

Sementara, banyak program televisi harus melakukan pembatalan kontrak serta mengubah format agar terlihat santun.




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×