kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Emas Tembus US$5.000 per Ons, Dolar Melemah dan Pasar Nantikan Data AS


Senin, 09 Februari 2026 / 14:30 WIB
Emas Tembus US$5.000 per Ons, Dolar Melemah dan Pasar Nantikan Data AS
ILUSTRASI. Harga emas spot melesat di atas US$5.000, didorong pelemahan dolar AS. Analis sebut ada peluang cuan fantastis jika kondisi ini berlanjut. (REUTERS/Hiba Kola)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas dan perak melanjutkan reli pada perdagangan Senin, dengan logam kuning bertahan di atas level psikologis US$5.000 per ons seiring pelemahan dolar AS. Pelaku pasar kini menanti rilis data ketenagakerjaan dan inflasi Amerika Serikat (AS) pada pekan ini untuk mengukur arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve (The Fed).

Pada pukul 06.50 GMT, harga emas spot naik 1,3% menjadi US$5.025,97 per ons, setelah melonjak 4% pada Jumat. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS pengiriman April menguat 1,4% ke level US$5.048,30 per ons.

Analis Pasar Senior OANDA, Kelvin Wong, menilai kenaikan ini dipicu korelasi jangka sangat pendek antara pelemahan dolar dan penguatan harga emas serta perak. “Ini bisa menjadi korelasi intraday jangka sangat pendek antara dolar dengan perak maupun emas yang mendorong kenaikan harga logam,” ujarnya.

Indeks dolar AS berada di level terendah sejak 4 Februari, membuat logam mulia yang dihargai dalam dolar menjadi lebih murah bagi pembeli luar negeri. Yen Jepang juga menguat setelah Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi meraih kemenangan dalam pemilu pada Minggu.

Baca Juga: Emas dan Perak Lanjutkan Penguatan Senin (9/2) Pagi, Seiring Melemahnya Dolar AS

Analis Kepala KCM Trade, Tim Waterer, menambahkan bahwa aksi beli saat harga turun (bargain hunting) turut mendorong emas kembali menembus level US$5.000 per ons. “Aksi bargain hunting juga mendorong emas kembali di atas level US$5.000,” katanya.

Fokus investor kini tertuju pada laporan bulanan ketenagakerjaan dan harga konsumen AS yang akan dirilis pekan ini. Pasar memperkirakan setidaknya dua kali pemangkasan suku bunga masing-masing 25 basis poin sepanjang 2026, dengan pemangkasan pertama diperkirakan terjadi pada Juni. Emas, yang tidak memberikan imbal hasil, cenderung diuntungkan dalam lingkungan suku bunga rendah.

“Jika data ketenagakerjaan menunjukkan pelemahan, hal itu dapat membantu upaya pemulihan harga emas. Kami belum memperkirakan pemangkasan suku bunga oleh The Fed hingga pertengahan tahun, kecuali data ketenagakerjaan benar-benar melemah tajam,” ujar Waterer.

Presiden Federal Reserve San Francisco, Mary Daly, pada Jumat lalu menyatakan bahwa satu atau dua kali pemangkasan suku bunga tambahan mungkin diperlukan untuk mengatasi pelemahan di pasar tenaga kerja.

Baca Juga: Bank Sentral China Borong Emas untuk Bulan ke-15, Nilai Cadangan Melonjak!

Sementara itu, harga perak spot melonjak 4,7% menjadi US$81,55 per ons setelah naik hampir 10% pada sesi sebelumnya. Logam ini sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di US$121,64 pada 29 Januari.

Wong mengingatkan bahwa tren kenaikan perak masih menghadapi tantangan teknikal. “Kecuali perak mampu menembus level resistensi kunci di US$92,24, saya belum terlalu yakin terhadap probabilitas tren naik jangka menengah,” jelasnya.

Harga platinum spot naik tipis 0,2% ke US$2.099,15 per ons, sementara paladium menguat 1,3% menjadi US$1.728,0 per ons.

Selanjutnya: Thomas Djiwandono Resmi Diangkat menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia

Menarik Dibaca: Promo PSM Alfamart Periode 8-15 Februari 2026, Es Krim Cornetto Beli 2 Gratis 1




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×