Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Harga emas dan perak melanjutkan penguatan pada perdagangan Senin (9/2/2026), didorong oleh pelemahan dolar Amerika Serikat (AS).
Sementara investor menanti rilis data ketenagakerjaan AS yang krusial pekan ini untuk mengukur arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.
Melansir Reuters, harga emas spot naik 1,4% menjadi US$5.029,09 per ons troi pada pukul 00.37 GMT, setelah melonjak hampir 4% pada sesi Jumat. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April juga menguat 1,4% ke level US$5.051 per ons.
Baca Juga: Pelemahan Yen Kian Dalam Usai Kemenangan Takaichi Buka Jalan Stimulus Tambahan
Perak spot mencatat kenaikan 2,5%, melanjutkan reli tajam setelah melonjak sekitar 10% pada perdagangan sebelumnya.
Pelemahan dolar AS ke posisi terendah sejak 4 Februari membuat harga logam mulia yang diperdagangkan dalam denominasi greenback menjadi lebih murah bagi pembeli luar negeri, sehingga menopang permintaan.
Pasar saham Asia turut melonjak setelah kemenangan telak Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi memicu ekspektasi kebijakan reflasi yang lebih agresif.
Sentimen investor juga membaik menyusul rebound di menit-menit akhir perdagangan Wall Street.
Baca Juga: Iron Lady Jepang Takaichi Raih Kemenangan Pemilu Bersejarah
Dari sisi kebijakan moneter AS, Menteri Keuangan Scott Bessent mengatakan pada Minggu bahwa ia tidak memperkirakan Federal Reserve akan terburu-buru mengurangi neraca keuangannya, bahkan jika Kevin Warsh yang dikenal kritis terhadap pembelian obligasi oleh bank sentral ditunjuk sebagai Ketua The Fed.
Sementara itu, Presiden Federal Reserve San Francisco Mary Daly menyatakan pada Jumat bahwa satu atau dua kali pemangkasan suku bunga tambahan mungkin masih diperlukan untuk merespons pelemahan di pasar tenaga kerja.
Pelaku pasar saat ini memperkirakan setidaknya dua kali pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada 2026, dengan pemangkasan pertama diperkirakan terjadi pada Juni.
Lingkungan suku bunga rendah umumnya menguntungkan emas, yang tidak memberikan imbal hasil.
Investor kini menanti laporan nonfarm payrolls AS untuk Januari yang dijadwalkan rilis pada Rabu. Data tersebut sempat tertunda dari pekan lalu akibat penutupan sebagian pemerintah AS selama empat hari yang kini telah berakhir.
Baca Juga: Bursa Saham Jepang Melejit! Indeks Nikkei Tembus Rekor Tertinggi Baru di Pagi Ini
Di sisi geopolitik, Iran menegaskan pengakuan atas haknya untuk memperkaya uranium menjadi kunci keberhasilan perundingan nuklir dengan AS.
Diplomat kedua negara menggelar pembicaraan tidak langsung di Oman pada Jumat, di tengah peningkatan kehadiran angkatan laut AS di kawasan dekat Iran.
Logam mulia lainnya juga mencatat penguatan, dengan harga platinum spot naik 1,8% ke US$2.134,18 per ons, sementara palladium menguat 1,8% menjadi US$1.737,75 per ons.













