Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas melonjak menembus level US$4.700 per ons untuk pertama kalinya pada Selasa (waktu setempat), sementara harga perak diperdagangkan mendekati rekor tertinggi.
Kenaikan ini terjadi setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif tambahan terhadap sekutu-sekutu Eropa, yang memicu sentimen negatif global dan mendorong investor beralih ke aset lindung nilai (safe haven).
Harga emas spot naik 1% menjadi US$4.717,03 per ons pada pukul 07.30 GMT, setelah sebelumnya menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di US$4.721,91 per ons. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari melonjak 2,8% ke level US$4.722,70 per ons.
Di sisi lain, harga perak spot turun 0,5% ke US$94,23 per ons, setelah sempat mencetak rekor tertinggi baru di US$94,72 per ons pada awal sesi perdagangan.
Baca Juga: Emas Spot Bertahan di Level US$ 4.671,5 Selasa (20/1) Pagi, Dekat Rekor Tertinggi
Ketegangan geopolitik meningkat setelah Trump memperkeras upayanya untuk merebut kedaulatan Greenland dari Denmark, yang merupakan sesama anggota NATO. Langkah tersebut mendorong Uni Eropa (UE) mempertimbangkan langkah balasan dengan kebijakan mereka sendiri.
“Pendekatan kebijakan luar negeri Trump yang bersifat ‘disruptif’ serta keinginannya untuk melihat suku bunga yang lebih rendah sangat menguntungkan logam mulia, sebagaimana tercermin dari lonjakan tajam harga emas dan perak,” ujar Tim Waterer, Kepala Analis Pasar di KCM Trade.
Ia menambahkan, sejauh ini masa jabatan kedua Trump telah menjadi katalis positif bagi logam mulia, di mana pendekatan politiknya yang tidak konvensional justru menguntungkan emas dan perak.
Sejak Trump memulai masa jabatan keduanya sekitar setahun lalu, harga emas telah melonjak lebih dari 70%, sementara harga perak meroket lebih dari 200%.
Analis pasar senior OANDA, Kelvin Wong, menyatakan bahwa emas juga mendapatkan dukungan dari melemahnya nilai tukar dolar AS. Selain itu, masih terdapat kemungkinan Uni Eropa akan menerapkan langkah non-tarif, di mana dana kekayaan negara Eropa dapat memanfaatkan situasi ini untuk melepas aset berbasis AS.
Baca Juga: Proyeksi Harga Emas 2026 Versi Para Analis Wall Street Top
Nilai tukar dolar AS melemah ke level terendah dalam sepekan, seiring ancaman tarif yang memicu aksi jual luas di pasar saham dan obligasi pemerintah AS.
Investor pun berbondong-bondong mencari aset aman seperti emas dan franc Swiss, karena kekhawatiran akan kembalinya volatilitas perang dagang seperti yang terjadi pada tahun 2025, yang baru mereda setelah kedua belah pihak mencapai kesepakatan tarif di pertengahan tahun.
Para pemimpin Uni Eropa dijadwalkan menggelar pertemuan darurat di Brussels pada Kamis mendatang untuk membahas situasi tersebut.
“Logam mulia diperkirakan akan tetap menjadi cerminan paling jelas dari sikap defensif pasar hingga jalur negosiasi menjadi lebih jelas,” kata Ahmad Assiri, ahli strategi riset di Pepperstone.
Sementara itu, untuk logam mulia lainnya, harga platinum spot naik 0,6% ke US$2.387,55 per ons, sedangkan palladium menguat 0,2% menjadi US$1.845,75 per ons.













