kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.584.000   35.000   1,37%
  • USD/IDR 16.799   18,00   0,11%
  • IDX 8.945   11,20   0,13%
  • KOMPAS100 1.232   5,57   0,45%
  • LQ45 871   6,27   0,72%
  • ISSI 324   1,18   0,37%
  • IDX30 444   0,97   0,22%
  • IDXHIDIV20 521   5,04   0,98%
  • IDX80 137   0,69   0,51%
  • IDXV30 144   1,30   0,91%
  • IDXQ30 142   0,82   0,58%

Morgan Stanley Prediksi Harga Emas Tembus US$4.800 per Ons, Perak Masih Menarik


Selasa, 06 Januari 2026 / 19:59 WIB
Morgan Stanley Prediksi Harga Emas Tembus US$4.800 per Ons, Perak Masih Menarik
ILUSTRASI. Bank investasi Morgan Stanley memproyeksikan harga emas akan mencapai US$4.800 per ons pada kuartal keempat tahun ini/GOLD (REUTERS/Edgar Su)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank investasi Morgan Stanley memproyeksikan harga emas akan mencapai US$4.800 per ons pada kuartal keempat tahun ini, melampaui rekor tahun lalu.

Prediksi ini didorong oleh ekspektasi penurunan suku bunga, perubahan kepemimpinan di Federal Reserve, serta pembelian oleh bank sentral dan dana investasi.

Dalam catatan yang diterbitkan pada 5 Januari, Morgan Stanley juga menyoroti peristiwa di Venezuela pada akhir pekan lalu yang diperkirakan akan mendorong investor mencari emas sebagai aset safe haven, meskipun hal ini tidak disebut secara langsung sebagai alasan untuk target harga US$4.800 per ons.

Baca Juga: Harga Emas Menguat ke Level Tertinggi Sepekan Didorong Sinyal Dovish The Fed

Emas mencatat rekor tertinggi US$4.549,71 per ons pada 26 Desember 2025 dan menutup tahun dengan kenaikan 64%, menjadikannya performa tahunan terbaik sejak 1979.

Emas: Tempat Aman Saat Gejolak Ekonomi dan Geopolitik

Emas dipandang sebagai penyimpan nilai yang aman di tengah ketidakpastian ekonomi dan gejolak geopolitik. Selain itu, dalam lingkungan suku bunga rendah, emas yang tidak menghasilkan yield dianggap kurang merugikan secara finansial, sehingga menarik bagi investor.

Morgan Stanley menilai 2025 sebagai tahun defisit puncak untuk perak. Tambahan kebijakan baru China terkait izin ekspor, yang berlaku sejak awal 2026, disebut meningkatkan risiko kenaikan harga perak.

Perak mencatat kenaikan tahunan 147% pada 2025, didorong oleh meningkatnya permintaan industri dan investasi, serta defisit struktural di pasar global.

Baca Juga: Emas Dunia Naik 0,5% ke US$4.470 Selasa (6/1): Dampak The Fed & Geopolitik Venezuela

Logam Dasar: Aluminium, Tembaga, dan Nikel Masih Menjanjikan

Di sektor logam dasar, Morgan Stanley menyoroti aluminium dan tembaga sebagai komoditas yang menarik karena menghadapi tantangan pasokan dan permintaan yang meningkat.

  • Aluminium: Pasokan terbatas di seluruh dunia kecuali Indonesia, sementara premi Midwest yang meningkat menunjukkan potensi pembelian kembali di AS.

  • Tembaga: Impor tembaga AS meningkat, membuat pasar lain tetap ketat. Gangguan pasokan tinggi pada 2025 juga diperkirakan berlanjut hingga 2026. Harga patokan tembaga tiga bulan di London Metal Exchange sempat mencapai US$13.387,50 per ton pada Selasa lalu.

  • Nikel: Pasar nikel tetap kuat, terutama karena risiko gangguan pasokan dari Indonesia, meskipun sebagian besar faktor ini sudah tercermin dalam harga. Nikel naik 5,8% menjadi US$17.980 per ton pada Selasa, level tertinggi sejak 8 Oktober 2024.

Morgan Stanley menekankan bahwa kombinasi risiko geopolitik, permintaan industri yang meningkat, dan defisit pasokan menjadi faktor utama yang mendorong harga logam mulia dan logam dasar, menjadikannya fokus investor untuk tahun 2026.

Selanjutnya: Biaya Sumur Bor Rp 150 Juta di Lokasi Bencana, BNPB: Setiap Rupiah Akan Diaudit

Menarik Dibaca: 8 Mitos tentang Kolesterol yang Tidak Perlu Dipercaya




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×