kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.577.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 16.846   28,00   0,17%
  • IDX 8.937   11,28   0,13%
  • KOMPAS100 1.229   2,00   0,16%
  • LQ45 868   0,40   0,05%
  • ISSI 324   0,94   0,29%
  • IDX30 440   -0,98   -0,22%
  • IDXHIDIV20 517   -1,78   -0,34%
  • IDX80 137   0,24   0,18%
  • IDXV30 144   -0,01   0,00%
  • IDXQ30 140   -0,81   -0,58%

Emas Dunia Naik 0,5% ke US$4.470 Selasa (6/1): Dampak The Fed & Geopolitik Venezuela


Selasa, 06 Januari 2026 / 14:50 WIB
Emas Dunia Naik 0,5% ke US$4.470 Selasa (6/1): Dampak The Fed & Geopolitik Venezuela
ILUSTRASI. METALS-PRECIOUS/GOLD (REUTERS/Hiba Kola)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Harga emas dunia kembali menguat pada Selasa (6/1/2025) dan mencapai level tertinggi dalam sepekan, didorong meningkatnya spekulasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve Amerika Serikat (AS) serta meningkatnya permintaan aset aman (safe haven) akibat ketegangan geopolitik terkait Venezuela.

Melansir Reuters, harga emas spot naik 0,5% ke level US$4.469,96 per ons troi pada pukul 05.34 GMT, setelah melonjak hampir 3% pada sesi sebelumnya.

Emas sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di US$4.549,71 per ons pada 26 Desember lalu, dan menutup tahun 2025 dengan kenaikan 64%, menjadi kinerja tahunan terbaik sejak 1979.

Baca Juga: Nvidia Umumkan Chip Generasi Terbaru, Kinerja AI Melonjak hingga Lima Kali Lipat

Sementara itu, emas berjangka AS untuk pengiriman Februari menguat 0,7% ke US$4.481,30 per ons.

Kepala strategi makro global Tastylive, Ilya Spivak, mengatakan komentar pejabat The Fed yang cenderung dovish memang menopang pasar, meski fokus investor kini tertuju pada data ketenagakerjaan AS.

“Komentar pejabat The Fed tentu membantu, tetapi perhitungannya belum banyak berubah. Minggu ini krusial karena laporan tenaga kerja akan dirilis Jumat,” ujarnya.

Presiden Federal Reserve Minneapolis Neel Kashkari menyatakan inflasi AS memang melandai secara bertahap, namun ada risiko tingkat pengangguran meningkat, yang membuka peluang bagi pemangkasan suku bunga acuan.

Saat ini, pasar memperkirakan setidaknya dua kali penurunan suku bunga The Fed sepanjang tahun ini, sembari menanti rilis data nonfarm payrolls pada Jumat untuk mendapatkan petunjuk arah kebijakan moneter selanjutnya.

Baca Juga: Ruben Amorim Dipecat, Ini Daftar Kandidat Manajer Baru MU

Dari sisi geopolitik, ketegangan meningkat setelah Presiden Venezuela yang telah digulingkan, Nicolas Maduro, mengajukan pembelaan tidak bersalah atas dakwaan narkotika, menyusul penangkapannya oleh Amerika Serikat. Aksi tersebut mengguncang para pemimpin dunia dan memicu ketidakpastian politik di Caracas.

Menurut Spivak, penangkapan Maduro mencerminkan semakin dalamnya retakan hubungan AS dan China, sekaligus menegaskan tren deglobalisasi global.

Dalam lingkungan suku bunga rendah serta ketidakpastian geopolitik dan ekonomi, aset tanpa imbal hasil seperti emas cenderung diminati investor.

Adapun perak spot melonjak 3,5% ke US$79,18 per ons troi, setelah mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di US$83,62 pada 29 Desember lalu.

Baca Juga: Eni dan Repsol Kesulitan Tagih US$6 Miliar Pembayaran Gas dari Venezuela

Sepanjang 2025, perak melesat 147%, jauh melampaui kinerja emas dan menjadi yang terbaik sepanjang sejarah.

Harga platinum spot naik 2,8% ke US$2.334,25 per ons troi, mendekati rekor tertinggi yang dicapai pekan lalu di US$2.478,50 per ons troi. Sementara itu, paladium menguat 1,9% ke US$1.739,25 per ons troi.

Selanjutnya: Great Eastern General Insurance Targetkan Premi Capai Rp 1,08 Triliun pada 2026

Menarik Dibaca: Promo Alfamart Kebutuhan Dapur 1-15 Januari 2026, Aneka Kecap Harga Ekonomis




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×