kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.584.000   35.000   1,37%
  • USD/IDR 16.799   18,00   0,11%
  • IDX 8.945   11,20   0,13%
  • KOMPAS100 1.232   5,57   0,45%
  • LQ45 871   6,27   0,72%
  • ISSI 324   1,18   0,37%
  • IDX30 444   0,97   0,22%
  • IDXHIDIV20 521   5,04   0,98%
  • IDX80 137   0,69   0,51%
  • IDXV30 144   1,30   0,91%
  • IDXQ30 142   0,82   0,58%

Eni dan Repsol Kesulitan Tagih US$6 Miliar Pembayaran Gas dari Venezuela


Selasa, 06 Januari 2026 / 14:13 WIB
Eni dan Repsol Kesulitan Tagih US$6 Miliar Pembayaran Gas dari Venezuela
ILUSTRASI. ENI-INDONESIA/GAS (REUTERS/Chris Helgren)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Perusahaan energi Eropa Eni dan Repsol dilaporkan kesulitan menagih sekitar US$6 miliar pembayaran gas dari Venezuela, di tengah sikap dingin otoritas Amerika Serikat (AS) terhadap penyelesaian utang tersebut. Hal itu dilaporkan Financial Times, Selasa (6/1/2026).

Reuters menyebutkan bahwa Eni, Repsol, dan Departemen Keuangan AS belum memberikan tanggapan resmi atas laporan tersebut, dan Reuters belum dapat memverifikasi laporan itu secara independen.

Eni asal Italia memproduksi gas dari lapangan lepas pantai Perla di Venezuela melalui usaha patungan 50:50 dengan Repsol asal Spanyol. Proyek tersebut dioperasikan oleh perusahaan lokal Cardón IV.

Baca Juga: Maduro Sebut Dirinya Diculik AS, Bantah Tuduhan Narkoterorisme

Menurut laporan FT yang mengutip sumber-sumber yang mengetahui masalah tersebut, Eni dan Repsol telah memasok Venezuela dengan gas dan nafta dalam jumlah besar.

Nafta ini digunakan untuk mengencerkan minyak berat Venezuela agar lebih mudah diangkut.

Salah satu sumber mengatakan kebijakan “America First” pemerintahan Presiden Donald Trump berdampak langsung pada perusahaan-perusahaan Eropa.

Mereka merasakan minimnya urgensi dari Gedung Putih dalam membantu penyelesaian masalah pembayaran yang dihadapi kedua perusahaan energi tersebut.

Pada Maret tahun lalu, Eni menyatakan bahwa otoritas AS telah memberitahu perusahaan itu bahwa mereka tidak lagi dapat menerima pembayaran gas Venezuela dalam bentuk minyak yang dipasok oleh perusahaan minyak negara PDVSA.

Baca Juga: Bursa Australia Anjlok ke Level Terdalam 3 Pekan Selasa (6/1), Saham Bank Rontok

Langkah tersebut menyusul peringatan Washington kepada mitra asing PDVSA, termasuk Eni, terkait rencana pencabutan izin yang memungkinkan ekspor minyak Venezuela.

Sejak AS menjatuhkan sanksi minyak terhadap Venezuela pada 2019, mekanisme oil swap menjadi salah satu cara bagi perusahaan asing untuk menerima pembayaran atas utang usaha patungan.

Skema tersebut juga kerap digunakan untuk memperoleh produk olahan yang kemudian dapat didistribusikan PDVSA di dalam negeri.

Selanjutnya: Maduro Sebut Dirinya Diculik AS, Bantah Tuduhan Narkoterorisme

Menarik Dibaca: Kim Seon-ho dan Go Youn-jung Siap Beri Kejutan Penggemar di Jakarta




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×