Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Scott Bessent mengatakan ia tidak memperkirakan Federal Reserve akan bergerak cepat untuk mengurangi ukuran neracanya, bahkan jika bank sentral tersebut nantinya dipimpin oleh calon ketua Fed Kevin Warsh, yang selama ini dikenal kritis terhadap pembelian obligasi oleh The Fed.
Dalam wawancara dengan Fox News Channel dalam program Sunday Morning Futures Minggu (8/2/2026) Bessent menyebut, The Fed bisa membutuhkan waktu hingga satu tahun hanya untuk mengambil keputusan terkait kebijakan neraca keuangannya.
Baca Juga: Israel Perluas Kendali di Tepi Barat, Permudah Pemukim Kuasai Lahan
Ia juga menegaskan bahwa Warsh akan menjadi pemimpin bank sentral yang independen.
“Itu sepenuhnya menjadi kewenangan The Fed terkait apa yang ingin mereka lakukan dengan neraca,” kata Bessent.
“Saya tidak akan mengharapkan langkah apa pun dilakukan dengan cepat jika mereka bergerak ke kebijakan rezim cadangan yang memadai, karena itu justru membutuhkan neraca yang lebih besar. Jadi saya kira mereka akan menunggu dan membutuhkan setidaknya satu tahun untuk memutuskan arah kebijakan.”
The Fed secara agresif memperluas neracanya selama krisis keuangan global dan pandemi COVID-19 untuk menekan suku bunga jangka panjang.
Nilai neraca tersebut sempat mencapai puncak sekitar US$9 triliun pada musim panas 2022, sebelum kemudian dipangkas melalui kebijakan quantitative tightening menjadi sekitar US$6,6 triliun pada akhir 2025.
Namun pada Desember lalu, The Fed kembali menambah kepemilikan surat utangnya melalui pembelian teknis Treasury bills.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan likuiditas yang cukup di sistem keuangan, sekaligus menjaga efektivitas pengendalian suku bunga acuannya.
Baca Juga: Laba Bersih DBS Kuartal IV 2025 Meleset, Bank Waspadai Tekanan Suku Bunga 2026
Kevin Warsh, yang pernah menjabat sebagai Gubernur The Fed pada 2006–2011, berpendapat bahwa kepemilikan aset dalam jumlah besar oleh bank sentral telah mendistorsi kondisi keuangan perekonomian.
Ia menilai aset yang dimiliki The Fed saat ini seharusnya dikurangi secara signifikan.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menyatakan keinginannya agar suku bunga kredit perumahan jauh lebih rendah.
Namun, para analis menilai pengurangan neraca The Fed justru akan berlawanan dengan tujuan tersebut dan berpotensi sulit dilakukan tanpa mengganggu stabilitas sistem keuangan.













