kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.820   -8,00   -0,05%
  • IDX 8.133   100,88   1,26%
  • KOMPAS100 1.146   14,31   1,26%
  • LQ45 828   7,29   0,89%
  • ISSI 288   4,65   1,64%
  • IDX30 431   4,00   0,94%
  • IDXHIDIV20 517   4,31   0,84%
  • IDX80 128   1,49   1,17%
  • IDXV30 141   1,36   0,97%
  • IDXQ30 140   1,18   0,85%

Gelombang Pergantian CEO Melanda Raksasa Ritel dan Barang Konsumsi Global


Senin, 09 Februari 2026 / 20:33 WIB
Gelombang Pergantian CEO Melanda Raksasa Ritel dan Barang Konsumsi Global
ILUSTRASI. PERUSAHAAN DENGAN KARYAWAN TERBESAR - Walmart (DOK/walmart.com)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gelombang pergantian pucuk pimpinan tengah melanda perusahaan ritel dan barang konsumsi global.

Mulai dari Walmart, Nestlé, hingga Coca-Cola, sejumlah perusahaan besar melakukan perubahan CEO di tengah tekanan tarif, perlambatan belanja konsumen, serta tantangan bisnis yang makin kompleks.

Terbaru, jaringan supermarket asal Amerika Serikat, Kroger, menunjuk mantan eksekutif Walmart, Greg Foran, sebagai CEO setelah melalui proses pencarian hampir satu tahun. 

Foran langsung menjabat dan menggantikan CEO sementara Ron Sargent, menyusul pemecatan Rodney McMullen tahun lalu. Langkah ini menandai Kroger sebagai pemain terbaru yang melakukan perombakan manajemen puncak.

Baca Juga: Raksasa Ritel Barang Mewah Saks Global di Ambang Kebangkrutan

Fenomena ini tidak berdiri sendiri. Sepanjang 2025 hingga awal 2026, banyak perusahaan consumer goods dan ritel global mengganti atau merencanakan pergantian CEO sebagai respons atas tekanan kinerja, perubahan strategi, hingga isu tata kelola.

Di sektor minuman, Heineken mengumumkan CEO Dolf van den Brink akan mundur pada akhir Mei 2026 setelah hampir enam tahun memimpin. Pergantian ini terjadi saat industri bir menghadapi tantangan menurunnya minat konsumsi. 

Sementara itu, Diageo juga ditinggal CEO Debra Crew yang mundur setelah dua tahun menjabat, dengan posisi sementara diisi direktur keuangan Nik Jhangiani.

Di industri makanan dan barang konsumsi, Kraft Heinz menunjuk mantan bos Kellanova, Steve Cahillane, sebagai CEO baru mulai Januari 2026, seiring persiapan pemisahan bisnis perusahaan. 

Baca Juga: Laju Saham Barang Konsumsi Masih Mini

Nestlé bahkan memecat CEO Laurent Freixe hanya setahun setelah penunjukan, menyusul pelanggaran kode etik perusahaan. Posisi tersebut kemudian diisi oleh CEO Nestlé Nespresso, Philipp Navratil.

Perubahan serupa terjadi di Coca-Cola. Perusahaan minuman global ini menunjuk COO Henrique Braun sebagai CEO baru efektif Maret 2026, menggantikan James Quincey yang telah memimpin selama sembilan tahun.

Procter & Gamble juga mengumumkan CEO Jon Moeller akan mundur dan digantikan oleh COO Shailesh Jejurikar.

Di sektor ritel fesyen dan gaya hidup, Lululemon akan ditinggal CEO Calvin McDonald pada Januari 2026 setelah tujuh tahun menjabat. Selama masa transisi, perusahaan menunjuk dua CEO interim.

Kohl’s Corp menetapkan Michael Bender sebagai CEO permanen setelah sebelumnya menjabat sementara, menyusul pemecatan CEO lama akibat pelanggaran etika.

Walmart, sebagai raksasa ritel dunia, juga masuk dalam daftar. CEO Doug McMillon dipastikan pensiun pada Januari 2026 dan akan digantikan oleh John Furner, yang saat ini memimpin Walmart AS.

Baca Juga: Indeks LQ45 Bergerak Loyo, Saham Sektor Emas dan Barang Konsumsi Bisa Jadi Penopang

Target pun menunjuk Michael Fiddelke sebagai CEO baru efektif Februari 2026.

Tak hanya di Barat, perombakan kepemimpinan juga terjadi di Asia. Hindustan Unilever menunjuk Priya Nair sebagai CEO dan managing director baru, menggantikan Rohit Jawa sebelum masa jabatannya berakhir.

Secara keseluruhan, gelombang pergantian CEO ini mencerminkan upaya perusahaan global untuk beradaptasi dengan tekanan ekonomi, perubahan pola konsumsi, serta tuntutan tata kelola yang semakin ketat.

Bagi investor, dinamika kepemimpinan ini menjadi faktor penting yang patut dicermati dalam menilai arah dan strategi bisnis ke depan.

Selanjutnya: Edwin Widjaja Tambah Kepemilikan Saham di Jaya Trishindo (HELI)

Menarik Dibaca: 10 Jus yang Paling Cepat Turunkan Kolesterol Tinggi, Mau Coba?




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×