Sumber: Bloomberg | Editor: Harris Hadinata
KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Kurs mata uang kripto anjlok tajam usai Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mematok tarif impor baru bagi delapan negara Eropa yang mendukung Greenland. Kebijakan tersebut memicu harga aset berisiko merosot dan permintaan aset safe haven menguat.
Bitcoin sempat merosot hingga 3,6% menjadi US$ 91.926,25 per pukul 07.01 WIB. Namun per pukul 10.36 WIB, harga mata uang kripto ini kembali menguat jadi US$ 92.547,79.
Sementara token lain mencatatkan kerugian yang lebih besar. Ether, aset digital terbesar kedua, merosot 4,06% jadi US$ 3.205,132 per pukul 10.36 WIB. Sebelumnya, mata uang ini sempat merosot hingga US$ 3.177,78.
Baca Juga: Gara-Gara Trump vs Xi Jinping, Harga Bitcoin Terjun Bebas ke US$ 108.000
Trump mengatakan pada akhir pekan lalu, ia akan mengenakan tarif 10% pada barang-barang dari delapan negara Eropa mulai 1 Februari. Tarif ini akan naik lagi menjadi 25% pada Juni kecuali ada kesepakatan terkait pembelian Greenland.
Hal ini menyebabkan indeks saham berjangka AS merosot saat perdagangan dimulai pada Senin (19/1/2026). Sementara safe haven seperti emas dan perak melonjak ke rekor tertinggi.
Komentar Presiden AS tersebut menuai kecaman dari para pemimpin Eropa, yang kini siap untuk menghentikan persetujuan perjanjian perdagangan yang disepakati tahun lalu.
Baca Juga: Harga Minyak Stabil, Protes di Iran yang Mereda Menurunkan Peluang Serangan AS
Aset digital telah menikmati awal tahun yang menjanjikan, setelah mengakhiri tahun 2025 dalam kondisi lesu. Mata uang kripto tidak mampu melakukan pemulihan berkelanjutan dari aksi jual brutal di Oktober.
Bitcoin naik hingga hampir mencapai US$ 98.000 pada 14 Januari. Terjadi arus masuk yang kuat ke dalam sekelompok exchange traded fund (ETF) berbasis bitcoin yang terdaftar di AS.
“Hal tersebut merupakan pemulihan dari level jenuh jual yang didorong oleh penjualan untuk mengurangi kerugian pajak dan kapitulasi umum menjelang akhir tahun," kata Richard Galvin, salah satu pendiri hedge fund DACM, seperti dikutip Bloomberg.
Baca Juga: Ekonomi China Goyah: Produksi Industri Melesat, Penjualan Ritel Anjlok
Tapi, kekhawatiran terbaru tentang tarif impor telah memperlambat hal itu. Sementara, Galvin menilai, harga emas yang mencapai rekor tertinggi sepanjang masa menegaskan penjualan kripto lebih merupakan langkah penghindaran risiko daripada sesuatu yang spesifik untuk kripto.
Menurut data CoinGlass, sekitar $600 juta taruhan bullish pada mata uang kripto dilikuidasi dalam 24 jam terakhir.
Para trader kripto menilai US$ 90.000 akan jadi support kuat berikutnya. “Sementara para pendukung kenaikan harga menunjuk pada permintaan institusional sebagai potensi batas bawah," kata Rachael Lucas, analis BTC Markets.












![[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_17122515210200.jpg)
