Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - BEIJING. Produksi industri China naik 5,2% pada Desember 2025 dibandingkan tahun sebelumnya, lebih cepat dari laju November 2025 yang tumbuh 4,8%. Tetapi pertumbuhan penjualan ritel melambat lebih lanjut, meredam momentum ekonomi menuju tahun 2026 dan menambah tekanan untuk stimulus lebih lanjut.
Mengutip Reuters, Senin (19/1/2026), data produksi dari Biro Statistik Nasional (NBS) ini melebihi ekspektasi kenaikan 5,0% dalam jajak pendapat Reuters terhadap 23 analis.
Penjualan ritel, sebagai indikator konsumsi, tumbuh 0,9% pada bulan Desember, laju terlemah sejak Desember 2022 dan turun dari pertumbuhan 1,3% pada bulan November. Angka ini juga lebih rendah dari perkiraan konsensus analis sebesar 1,2%.
Baca Juga: Dolar Tertekan Senin (19/1), Usai Trump Tingkatkan Ancaman Tarif soal Greenland
Investasi aset tetap mengalami kontraksi sebesar 3,8% pada tahun 2025, penurunan tahunan pertama sejak 1989 dan dibandingkan dengan perkiraan penurunan sebesar 3%.
Investasi tersebut turun 3,3% pada periode Januari hingga November.












![[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_17122515210200.jpg)
