kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   25.000   0,97%
  • USD/IDR 16.846   28,00   0,17%
  • IDX 8.937   11,28   0,13%
  • KOMPAS100 1.229   2,00   0,16%
  • LQ45 868   0,40   0,05%
  • ISSI 324   0,94   0,29%
  • IDX30 440   -0,98   -0,22%
  • IDXHIDIV20 517   -1,78   -0,34%
  • IDX80 137   0,24   0,18%
  • IDXV30 144   -0,01   0,00%
  • IDXQ30 140   -0,81   -0,58%

Produksi Industri China November Tumbuh 4,8%, Penjualan Ritel Melambat


Senin, 15 Desember 2025 / 09:30 WIB
Produksi Industri China November Tumbuh 4,8%, Penjualan Ritel Melambat
ILUSTRASI. Pabrik Pembuatan Pakaian (CFOTO/Sipa USA via Reuters Conne/Costfoto)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Pertumbuhan ekonomi China kembali menunjukkan tanda pelemahan pada November.

Data resmi yang dirilis Biro Statistik Nasional (National Bureau of Statistics/NBS) pada Senin (15/12/2025) menunjukkan produksi industri China tumbuh 4,8% secara tahunan (year-on-year/YoY).

Baca Juga: Investasi Properti China Anjlok 15,9% hingga November 2925

Angka tersebut sedikit melambat dibandingkan pertumbuhan 4,9% pada Oktober, sekaligus berada di bawah ekspektasi pasar yang memperkirakan kenaikan 5,0%, berdasarkan jajak pendapat Reuters.

Sementara itu, penjualan ritel yang menjadi indikator utama konsumsi masyarakat hanya tumbuh 1,3% YoY pada November.

Capaian ini turun tajam dari pertumbuhan 2,9% pada Oktober dan jauh di bawah perkiraan analis sebesar 2,8%.

Dari sisi investasi, investasi aset tetap China tercatat menyusut 2,6% YoY sepanjang Januari–November 2025, lebih dalam dibandingkan kontraksi 1,7% pada periode Januari–Oktober.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik Senin (15/12) Pagi: Brent ke US$61,37 & WTI ke US$57,67

Angka tersebut juga melampaui proyeksi ekonom yang memperkirakan penurunan sebesar 2,3%.

Data ini mengindikasikan bahwa pemulihan ekonomi China masih rapuh, dengan tekanan yang terlihat pada sektor konsumsi dan investasi, meskipun aktivitas industri relatif bertahan.

Perlambatan ini memperkuat tantangan bagi pemerintah China dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah lemahnya permintaan domestik dan ketidakpastian global.




TERBARU

[X]
×