Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Produsen pesawat asal Amerika Serikat (AS) Boeing menyatakan tidak lagi membangun jet tempur F-15 untuk Indonesia.
Pernyataan ini menandai berakhirnya salah satu kesepakatan besar dalam rencana modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI.
Baca Juga: Australia Putar Arah Kebijakan, RBA Kerek Suku Bunga ke 3,85%
Kesepakatan pembelian jet tempur F-15EX sebelumnya diteken pada 2023 antara Kementerian Pertahanan RI dan Boeing, mencakup rencana pengadaan 24 unit pesawat.
Namun, realisasi kontrak tersebut masih bergantung pada persetujuan pemerintah Amerika Serikat.
Wakil Presiden Pengembangan Bisnis dan Strategi Boeing Defense Bernd Peters mengatakan, kerja sama terkait program F-15 dengan Indonesia saat ini sudah tidak lagi menjadi fokus perusahaan.
“Dalam hal kemitraan F-15 kami dengan Indonesia, itu sudah bukan lagi kampanye aktif bagi kami,” ujar Peters kepada wartawan di sela ajang Singapore Airshow, Selasa (3/2/2026).
Baca Juga: Emas dan Perak Rebound Selasa (3/2), Naik Lebih dari 2% dari Level Terendah Sebulan
Meski demikian, Peters enggan menjelaskan lebih lanjut alasan di balik keputusan tersebut. Ia mengarahkan pertanyaan lanjutan kepada pemerintah Amerika Serikat dan pemerintah Indonesia.
Penghentian proyek ini berpotensi memengaruhi rencana ekspansi dan modernisasi kekuatan udara Indonesia, mengingat kesepakatan F-15EX sebelumnya disebut sebagai salah satu proyek strategis pertahanan nasional.













