Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - CEO Boeing Kelly Ortberg mengatakan komitmen China untuk membeli 200 pesawat Boeing saat kunjungan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump baru-baru ini hanyalah tahap awal dari potensi kesepakatan yang jauh lebih besar.
Melansir Reuters Kamis (28/5/2026) Ortberg menyebut, komitmen tersebut akan difinalisasi menjadi pesanan resmi pada akhir tahun ini.
Baca Juga: Ketegangan Laut Hitam Memanas, Tiga Kapal Tanker Jadi Sasaran Drone
Sebelumnya, investor sempat kecewa dengan ukuran kesepakatan yang diumumkan karena jauh lebih kecil dibandingkan paket sekitar 500 pesawat yang menurut sumber Reuters sempat dibahas menjelang pertemuan Trump dengan Presiden China Xi Jinping bulan ini.
Namun, dalam sebuah konferensi di Amerika Serikat pada Rabu, Ortberg mengatakan kunjungannya ke China bersama Trump berlangsung sangat sukses dan berhasil membuka kembali pasar China bagi pesawat narrowbody Boeing untuk pertama kalinya dalam hampir satu dekade.
Selama beberapa tahun terakhir, Boeing praktis menghadapi pembekuan pesanan dari China akibat ketegangan perdagangan antara Washington dan Beijing.
“Ini awal yang baik. Saya sangat yakin pasar tersebut akan tetap terbuka. Komitmen awal ini hanyalah tahap pertama dan akan ada lebih banyak lagi ke depannya,” kata Ortberg.
Baca Juga: Bursa Australia Ditutup Turun ke Level Terendah Sepekan Kamis (28/5), AS-Iran Memanas
Seorang sumber yang mengetahui kesepakatan tersebut mengatakan komitmen pembelian 200 pesawat itu merupakan transaksi baru dan tidak termasuk pesanan lama yang belum diumumkan sebelumnya.
Jadwal pengiriman pesawat juga disebut masih belum dipastikan.
Pesawat-pesawat tersebut diperkirakan akan dialokasikan terutama kepada tiga maskapai milik negara terbesar China, yakni Air China, China Eastern Airlines, dan China Southern Airlines.
Boeing menolak memberikan komentar lebih lanjut selain pernyataan Ortberg. Sementara itu, Kementerian Perdagangan China dan maskapai-maskapai terkait belum memberikan tanggapan resmi.
Baca Juga: UPDATE-Harga Emas Jatuh ke Level Terendah 2 Bulan Kamis (28/5), AS-Iran Memanas
Ortberg menjelaskan bahwa setelah pemerintah China menyetujui pembelian sejumlah pesawat narrowbody, alokasi akan diberikan kepada masing-masing maskapai sebelum Boeing melakukan negosiasi pesanan final secara individual.
“Komitmen awal 200 pesawat itu akan berubah menjadi pesanan resmi pada akhir tahun nanti,” ujarnya. “Saya tidak pernah berencana pergi ke China dan pulang membawa paket berisi 500 pesanan sekaligus.”
Presiden Trump sebelumnya mengatakan pembelian pesawat Boeing oleh China berpotensi meningkat hingga sebanyak 750 unit.
Menurut sumber Reuters, China memang berencana membeli beberapa ratus pesawat Boeing tambahan, namun tidak akan mengumumkan seluruh pesanan sekaligus dan memilih melakukannya secara bertahap.
China disebut masih dapat menambah komitmen pembelian sekitar 300 hingga 500 pesawat lagi, sehingga total potensi transaksi dapat mencapai sekitar 700 pesawat.
Baca Juga: Harga Tembaga Sentuh Level Terendah Sepekan akibat Memanasnya Konflik Timur Tengah
Namun, tambahan pembelian tersebut bergantung pada kemampuan Boeing memenuhi kewajibannya memasok suku cadang penting untuk armada pesawat yang saat ini sudah beroperasi di China.
Maskapai-maskapai China selama ini menghadapi kesulitan memperoleh komponen pesawat akibat ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan China.
Kementerian Perdagangan China pekan lalu telah mengonfirmasi kesepakatan pembelian 200 pesawat Boeing, meski belum merinci jenis pesawat yang akan dibeli.
Pemerintah China juga menyatakan Amerika Serikat akan memberikan jaminan pasokan suku cadang dan komponen mesin pesawat, yang disebut menjadi syarat penting sebelum adanya tambahan pembelian pesawat Boeing di masa mendatang.
Trump sebelumnya juga pernah mengancam akan menerapkan kontrol ekspor terhadap suku cadang pesawat Boeing sebagai bagian dari respons Washington atas pembatasan ekspor mineral tanah jarang oleh China.













