kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

BOJ tambah stimulus jadi ¥ 80 triliun


Jumat, 31 Oktober 2014 / 16:29 WIB
BOJ tambah stimulus jadi ¥ 80 triliun
ILUSTRASI. Kepribadian introvert memiliki jenis dan karakternya masing masing.


Sumber: Bloomberg | Editor: Sanny Cicilia

TOKYO. Jepang memberikan kejutan di akhir pekan ini. Gubernur Bank of Japan (BOJ) Haruhiko Kuroda mengumumkan akan memperbesar basis stimulus moneter di Negeri Matahari Terbit ini. 

Kuroda bersama dengan empat dari delapan deputi gubernurnya, memutuskan untuk memperbesar monetary base tahunannya menjadi ¥ 80 triliun (US$ 724 miliar), naik dari sebelumnya ¥ 60 - ¥ 70 triliun. 

Langkah BOJ sudah dinanti-nantikan pasar untuk mengejar target inflasi 2%. Apalagi setelah pemerintah menaikkan pajak April lalu dan melemahkan daya beli masyarakat. "BOJ akan melanjutkan pelonggaran moneter yang dibutuhkan untuk mencapai inflasi stabil 2%," tulis BOJ. 

Bursa Jepang, Nikkei 225 Stock Average melompat ke level tertinggi sejak tahun 2007 merespons kabar ini. Yen juga melemah 1,7% ke level 111,05 per dollar Amerika Serikat pada pukul 15:46 waktu Tokyo.

"Ini waktu yang tepat untuk BOJ," kata Takeshi Minami, Chief Economist di Norinchukin Research Institute. Apalagi, bank sentral AS Federal Reserve baru saja menghentikan program stimulus.

Pemerintah Jepang hari ini mengumumkan consumer price index (CPI) September mencapai 3% dari setahun sebelumnya. Meski naik, inflasi melambat karena penurunan harga minyak dunia.

BOJ hari ini juga memangkas proyeksi pencapaian inflasi (di luar makanan pokok) menjadi 1,7% di akhir tahun fiskalnya Maret 2016. Sebelumnya, BOJ memproyeksikan pertumbuhan 1,9%. Sedangkan untuk tahun 2016, inflasi diperkirakan sebesar 2,1%.  


Berita Terkait



TERBARU

[X]
×