kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45702,42   14,31   2.08%
  • EMAS934.000 -1,06%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Bookbuilding IPO Aramco kelebihan permintaan hingga 2,95 kali dari investor institusi


Rabu, 04 Desember 2019 / 20:32 WIB
Bookbuilding IPO Aramco kelebihan permintaan hingga 2,95 kali dari investor institusi
ILUSTRASI. Saudi Aramco logo is pictured at the oil facility in Abqaiq, Saudi Arabia October 12, 2019. REUTERS/Maxim Shemetov

Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Tendi

KONTAN.CO.ID - RIYADH. Pemesanan saham penawaran umum perdana atau Initial Public Offering (IPO) Saudi Aramco dari investor institusi mengalami kelebihan permintaan (oversubscribe) sebanyak 2,95 kali.

Melansir Reuters, Rabu (4/12), pesanan investor institusi terhadap saham IPO tersebut telah mencapai 189,04 miliar riyal atau setara US$ 50,4 miliar. Hal itu disampaikan oleh penasehat keuangan yang digandeng Aramco untuk menggelar aksi korporasi tersebut.

Baca Juga: Masih dua hari lagi, IPO Saudi Aramco oversubscribed dua kali lipat lebih

Penawaran saham IPO Aramco terhadap investor institusi telah dilakukan sejak 17 November dan ditutup pada 4 Desember. Pembeli institusi biasanya adalah manajer investasi, perusahaan asuransi atau dana pensiun.

Aramco berencana melakukan IPO dengan menjual sekitar 1,5% sahamnya dengan target perolehan dana segar sebesar US$ 25,6 miliar.

Menurut Samba Capital, NCB Capital dan HSBC Arab Saudi, perusahaan minyak raksasa itu telah menerima pemesanan atas saham IPO sekitar 5,9 miliar lembar dari sejumlah institusi selama 17 hari pertama penawaran.

Biasanya, IPO di Arab Saudi cenderung subscribe berkali-kali, meskipun jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya dari listing Aramco berarti lebih sulit untuk membandingkan tingkat permintaan.

Baca Juga: Heboh gelombang penahanan di Arab Saudi, reputasi putra mahkota semakin tercoreng

IPO terbesar di Arab Saudi adalah National Commercial Bank (NCB) pada 2013 dengan mengumpulkan dana segara US$ 6 miliar kala itu. Pemesanan saham IPO tersebut mengalami kelebihan permintaan berkali lipat.




TERBARU

Close [X]
×