kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.519   19,00   0,11%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Brasil Jadi Tujuan Utama Investasi China pada 2025, Tembus US$ 6,1 Miliar


Kamis, 07 Mei 2026 / 10:26 WIB
Brasil Jadi Tujuan Utama Investasi China pada 2025, Tembus US$ 6,1 Miliar
ILUSTRASI. Bendera Brasil (KONTAN/Fenie Chintya)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Brasil kembali menjadi tujuan utama investasi China secara global pada 2025. Negara Amerika Latin tersebut menyerap sekitar 10,9% dari total investasi luar negeri China, mengungguli Amerika Serikat (AS) dan Guyana.

Melansir Reuters, data tersebut dirilis Brazil-China Business Council (CEBC) pada Kamis (7/5/2026).

Baca Juga: Menlu AS Bakal Bertemu Paus Leo, Sementara Trump Terus Menyerang Paus

Berdasarkan laporan itu, Brasil menerima investasi China senilai US$ 6,1 miliar dari puluhan proyek sepanjang tahun ini, naik 45% dibandingkan 2024.

CEBC menyebut perusahaan-perusahaan China terus memperluas diversifikasi bisnis di ekonomi terbesar Amerika Latin tersebut, terutama di sektor energi bersih dan pertambangan.

AS berada di posisi kedua dengan porsi 6,8% dari total investasi luar negeri China, sementara Guyana berada di posisi ketiga dengan kontribusi 5,7%.

Dalam lima tahun terakhir, Brasil beberapa kali bergantian menempati posisi pertama hingga kelima sebagai tujuan investasi utama China.

Negara tersebut sebelumnya juga menduduki posisi teratas pada 2021.

Baca Juga: Ekonomi Filipina Tumbuh 2,8% di Kuartal I-2026, Meleset dari Ekspektasi

Direktur Konten dan Riset CEBC Tulio Cariello mengatakan, Brasil memiliki sejumlah faktor yang menarik bagi investor China, mulai dari mata uang yang relatif lemah, pasar konsumen besar, kekayaan sumber daya alam, hingga dominasi energi bersih.

“Hanya sedikit negara di dunia saat ini yang memiliki seluruh karakteristik tersebut,” ujar Cariello.

Sektor kelistrikan masih menjadi penerima utama aliran modal China di Brasil. Namun, sektor pertambangan mencatat lonjakan minat signifikan dengan nilai investasi yang meningkat tiga kali lipat pada 2025.

Selain itu, sektor otomotif menjadi salah satu sorotan utama dengan kontribusi sekitar 15,8% terhadap total investasi perusahaan China di Brasil tahun ini.

Dalam beberapa tahun terakhir, produsen otomotif asal China seperti BYD dan GWM mengakuisisi pabrik milik produsen Barat dan mengubahnya menjadi pusat produksi kendaraan listrik dan hybrid di Brasil. Penjualan kedua merek tersebut juga tumbuh pesat di pasar Brasil.

Investasi China juga mulai merambah sektor lain seperti teknologi informasi, logistik, manufaktur elektronik, layanan ekonomi digital, hingga industri makanan cepat saji.

Baca Juga: KTT ASEAN: Negara Asia Tenggara Mulai Berebut Pasokan Minyak

Di sektor elektronik, Vivo Mobile meluncurkan merek smartphone Jovi di Brasil pada 2025 sebagai bagian dari ekspansi investasi baru perusahaan China.

Direktur Produk Jovi Andre Varga mengatakan, Brasil menjadi prioritas strategis jangka panjang karena pasar smartphone di negara tersebut masih didominasi sedikit pemain, sehingga membuka peluang diferensiasi produk.

CEBC memperkirakan investasi China di Brasil masih akan terus berlanjut, terutama didorong kebijakan transisi energi, kebutuhan dekarbonisasi global, serta dinamika geopolitik internasional.

“Kami melihat proyek-proyek ini akan terus berjalan dan kemungkinan semakin intensif di sektor pertambangan, energi baru, dan sektor industri secara umum,” kata Cariello.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×