Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Pemerintah Brasil berhasil menghimpun dana sebesar US$4,5 miliar melalui penerbitan obligasi berdenominasi dolar AS, sebagaimana diumumkan Kementerian Keuangan pada Senin (9/2/2026).
Ini menjadi penerbitan utang luar negeri pertama Brasil pada 2026, sekaligus menandai langkah awal negara ekonomi terbesar di Amerika Latin tersebut di pasar global tahun ini.
Dalam pernyataan resminya, Kementerian Keuangan Brasil menjelaskan bahwa US$3,5 miliar diperoleh dari penerbitan obligasi acuan (benchmark bond) baru yang akan jatuh tempo pada 2036, dengan kupon 6,25% per tahun dan imbal hasil (yield) 6,4%.
Baca Juga: Ekonomi Singapura Tumbuh 6,9% pada Kuartal IV-2025, Lebih Tinggi dari Proyeksi Awal
Selain itu, pemerintah juga meraup US$1 miliar melalui pembukaan kembali (reopening) obligasi yang akan jatuh tempo pada 2056, dengan yield 7,3%.
Penerbitan ini bertujuan untuk meningkatkan likuiditas kurva imbal hasil obligasi dolar Brasil, menyediakan acuan harga bagi penerbit korporasi, serta melakukan pendanaan awal (pre-funding) untuk kewajiban utang valas yang akan jatuh tempo dalam waktu dekat.
Minat investor terhadap obligasi tersebut terbilang kuat. Permintaan tercatat sekitar 2,7 kali lebih besar dibandingkan volume penerbitan, dengan buku pesanan (order book) mencapai puncaknya di kisaran US$12 miliar.
Pemerintah Brasil sebelumnya menyatakan masih melihat ruang untuk meningkatkan penerbitan obligasi luar negeri pada 2026, setelah mencetak rekor US$10,8 miliar pada 2025.
Hal ini dilakukan meskipun Brasil akan menghadapi pemilihan umum pada Oktober, yang menurut pelaku pasar berpotensi menambah volatilitas sepanjang tahun.
Baca Juga: BBM Kuba Kritis: Moskow Tuding Washington yang Menjadi Biang Keroknya
Menteri Keuangan Brasil menyebut pemerintah berencana fokus pada penerbitan obligasi dolar AS, sembari kembali menawarkan obligasi berdenominasi euro dan meluncurkan penerbitan perdana obligasi dalam yuan China pada tahun ini.
Transaksi pada Senin tersebut dipimpin oleh HSBC, J.P. Morgan, Santander, dan Sumitomo.
Penerbitan ini juga menjadi penjualan obligasi dolar pertama Brasil sejak November lalu, ketika negara tersebut menghimpun dana sebesar US$2,25 miliar.













