Buktikan Dukungan ke Sekutu di Eropa, AS Tempatkan Kapal Induk di Mediterania

Rabu, 29 Desember 2021 | 12:03 WIB Sumber: Channel News Asia
Buktikan Dukungan ke Sekutu di Eropa, AS Tempatkan Kapal Induk di Mediterania

ILUSTRASI. Jet tempur F/A-18 terlihat di dek penerbangan kapal induk AS USS Harry S. Truman di Laut Mediterania Timur, 5 Mei 2018. REUTERS/Alkis Konstantinidis

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Amerika Serikat (AS) pada Selasa (28/12) mengumumkan, akan tetap menempatkan satu kapal induk di Laut Mediterania di tengah ketegangan dengan Rusia. Langkah ini sebagai bentuk komitmen dukungan terhadap mitranya di Eropa.

Dilansir dari Channel News Asia, Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin mengatakan, kapal induk USS Harry S. Truman diperintahkan untuk tetap berlayar di Mediterania dan menunda perjalanannya ke Timur Tengah.

"Perubahan jadwal menunjukkan perlunya kehadiran kami di Eropa, dan ini diperlukan untuk meyakinkan sekutu dan mitra kami tentang komitmen kami untuk pertahanan kolektif," ungkap Austin.

Baca Juga: Dialog Keamanan AS-Rusia Dipastikan Berlangsung pada 10 Januari 2022

Kapal induk Harry S. Truman mulai berlayar pada 1 Desember lalu dari pangkalannya di Norfolk, Virginia. Pekan lalu, mereka melakukan latihan bersama dengan militer Tunisia sebelum berlayar ke Timur.

Langkah ini juga diambil hanya satu hari setelah AS dan Rusia sepakat untuk mengadakan pembicaraan keamanan pada 10 Januari 2022. Pembicaraan tersebut akan menyoroti beragam masalah keamanan di Eropa termasuk Ukraina serta pengendalian senjata.

Penempatan kapal induk AS itu kemungkinan besar akan mengundang reaksi dari Rusia. Namun, sampai saat ini Rusia belum memberikan tanggapan sama sekali.

Baca Juga: Putin: Negara Barat adalah Penyebab Tingginya Tensi di Eropa Pasca Perang Dingin

Sampai saat ini, AS masih sangat aktif di perairan Eropa, terutama di wilayah sekitar aliansinya yang tergabung di NATO. AS juga telah secara terbuka menunjukkan dukungan terhadap Ukraina yang masih berselisih dengan Rusia.

AS dan NATO menyoroti langkah Rusia yang menumpuk puluhan ribu tentara di dekat perbatasan Ukraina. Negara-negara Barat khawatir, perang tahun 2014 terulang kembali. Saat itu, Rusia merebut semenanjung Krimea, disusul oleh pecahnya pemberontakan pro-Rusia di Ukraina Timur.

Presiden Rusia Vladimir Putin menyangkal kekhawatiran negara Barat dengan mengatakan, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pertahanan wajib negaranya. Putin justru meminta jaminan keamanan bagi negaranya di tengah upaya ekspansi NATO di Eropa.

Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Terbaru