kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   -20.000   -0,75%
  • USD/IDR 18.125   38,00   0,21%
  • IDX 6.038   113,48   1,92%
  • KOMPAS100 788   17,25   2,24%
  • LQ45 602   13,12   2,23%
  • ISSI 207   3,32   1,63%
  • IDX30 341   7,10   2,13%
  • IDXHIDIV20 423   9,63   2,33%
  • IDX80 90   2,01   2,29%
  • IDXV30 114   2,10   1,87%
  • IDXQ30 109   1,94   1,81%

Putin: Negara Barat adalah Penyebab Tingginya Tensi di Eropa Pasca Perang Dingin


Rabu, 22 Desember 2021 / 11:59 WIB
ILUSTRASI. Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, Rusia akan menanggapi segala bentuk agresi negara Barat secara memadai dan siap mengembangkan pasukan militernya lebih jauh lagi.


Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - MOSKOW. Perang urat saraf di Eropa memanas kembali setelah Presiden Rusia Vladimir Putin pada Selasa (21/12) menyalahkan negara-negara Barat sebagai penyebab meningginya tensi di benua biru pasca Perang Dingin.

Berbicara di hadapan para pejabat militer senior, Putin mengatakan, Rusia akan menanggapi segala bentuk agresi negara Barat secara memadai dan siap mengembangkan pasukan militernya lebih jauh lagi.

"Mengapa mereka memperlebar NATO dan meninggalkan perjanjian pertahanan rudal? Merekalah yang harus disalahkan atas apa yang terjadi sekarang, atas segala ketegangan di Eropa," ungkap Putin, seperti dikutip Reuters.

Baca Juga: Putin: Rusia Terdepan dalam Teknologi Rudal Hipersonik

Putin juga menyebutkan, AS terlalu senang setelah merasa memenangkan Perang Dingin. Saat ini, Amerika Serikat dianggap selalu mengarah pada pilihan kebijakan yang buruk.

Posisi Rusia saat ini adalah menuntut NATO menolak permintaan Ukraina yang ingin bergabung dengan aliansi tersebut. Rusia menjamin tidak ada senjata atau pasukan yang akan dikerahkan di negara tetangganya tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Putin juga mengaku sangat terbuka untuk segala bentuk pembicaraan konstruktif dengan AS dan NATO atas segala permasalahan yang terjadi di sekitar kawasannya.

"Konflik bersenjata dan pertumpahan darah sama sekali bukan sesuatu yang akan kami pilih, kami tidak menginginkan skenario seperti itu," Putin menegaskan.

Baca Juga: Bersitegang dengan Barat, Rusia Mendapat Jaminan Keamanan dari China

Sebelum ini, seorang diplomat senior Rusia mengatakan, kontak antara Moskow dan Washington tentang jaminan keamanan yang dicari Rusia telah dimulai. Ada juga kemungkinan bahwa kedua pihak akan mencapai kesepahaman.

Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu, yang hadir pada pertemuan yang sama, menyatakan, AS telah mengerahkan sekitar 8.000 tentara di dekat perbatasan Rusia.

Menurut dia, AS dan sekutunya di NATO sering melakukan penerbangan dengan pesawat pembom strategis yang dekat dengan Rusia.

"Upaya NATO untuk melibatkan tentara Ukraina dalam kegiatan aliansi menghadirkan ancaman keamanan," ungkap Shoigu.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×