kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.049.000   4.000   0,13%
  • USD/IDR 16.943   24,00   0,14%
  • IDX 7.711   133,47   1,76%
  • KOMPAS100 1.077   18,47   1,75%
  • LQ45 788   15,37   1,99%
  • ISSI 273   5,07   1,89%
  • IDX30 419   8,93   2,18%
  • IDXHIDIV20 515   13,10   2,61%
  • IDX80 121   2,06   1,73%
  • IDXV30 139   2,88   2,11%
  • IDXQ30 135   3,02   2,28%

Penjualan Tesla di Inggris Anjlok 37% pada Februari, Tertekan Produsen EV China


Kamis, 05 Maret 2026 / 17:20 WIB
Penjualan Tesla di Inggris Anjlok 37% pada Februari, Tertekan Produsen EV China


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – LONDON. Penjualan mobil listrik milik Tesla di Inggris mengalami penurunan tajam pada Februari 2026. Data dari Society of Motor Manufacturers and Traders (SMMT) menunjukkan penjualan Tesla di pasar Inggris merosot 37% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, di tengah meningkatnya permintaan kendaraan listrik dari produsen China seperti BYD.

Berdasarkan data SMMT yang dirilis pada Kamis, Tesla hanya menjual 2.422 unit kendaraan di Inggris pada Februari 2026. Angka tersebut turun signifikan dibandingkan Februari tahun lalu yang mencapai 3.852 unit.

Penurunan ini terjadi ketika pasar otomotif Inggris secara keseluruhan justru menunjukkan kinerja positif. Penjualan mobil baru di Inggris pada Februari meningkat 7,2% secara tahunan menjadi 90.100 unit, sekaligus menjadi performa terbaik untuk bulan Februari sejak 2004. Kenaikan ini didorong oleh mulai pulihnya penjualan ritel kepada konsumen individu.

Baca Juga: Serangan Drone Iran Berpotensi Mengganggu Selat Hormuz Berbulan-bulan

Meski demikian, Tesla menilai angka registrasi kendaraan bulanan tidak sepenuhnya mencerminkan kinerja penjualan sebenarnya.

Juru bicara Tesla dalam pernyataan yang dikirimkan melalui email kepada media Inggris mengatakan bahwa data registrasi bulanan kurang akurat untuk menggambarkan jumlah pesanan maupun penjualan yang diterima perusahaan.

Menurut Tesla, performa penjualan perusahaan lebih tepat diukur secara kuartalan. Hal ini berkaitan dengan pola pengiriman kendaraan dari pabrik Tesla ke Inggris yang sering terjadi secara bertahap dalam periode tertentu.

“Angka registrasi bulanan Tesla bukanlah refleksi akurat dari penjualan atau pesanan yang diterima,” ujar juru bicara Tesla.

Ia menambahkan bahwa jumlah pesanan dan reservasi kendaraan Tesla selama Januari dan Februari sebenarnya jauh melampaui angka pada periode yang sama di tahun 2025 dan 2024. Namun, sebagian pesanan tersebut belum tercatat dalam data karena kendaraan belum didaftarkan maupun dikirim kepada pelanggan.

Data dari SMMT juga sejalan dengan temuan perusahaan riset transportasi New Automotive yang dirilis sehari sebelumnya. Laporan New Automotive menunjukkan penjualan Tesla di Inggris pada Februari turun hampir setengahnya menjadi sekitar 2.208 unit.

Baca Juga: Dolar AS Menguat di Tengah Perang Israel–Iran, Pasar Global Bergejolak

Di sisi lain, penjualan BYD menunjukkan tren pertumbuhan yang kuat. Data New Automotive mencatat penjualan BYD naik 40% secara tahunan, meski volumenya masih di bawah Tesla.

Sementara itu, data SMMT bahkan menunjukkan lonjakan yang lebih besar, yakni kenaikan penjualan BYD hingga 83% dibandingkan tahun sebelumnya. Kendati demikian, total volume penjualan BYD masih berada di bawah Tesla di pasar Inggris.

Perbedaan angka antara SMMT dan New Automotive terjadi karena kedua lembaga tersebut menggunakan sumber data dan metode perhitungan yang berbeda dalam mengukur penjualan kendaraan.


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×