kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   -65.000   -2,22%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

BUMN Jepang tantang Google dan Amazon


Kamis, 13 Februari 2014 / 11:11 WIB
ILUSTRASI. Manfaat Bermain di Alam untuk Anak-anak.


Sumber: Bloomberg | Editor: Dessy Rosalina

TOKYO. Pemerintah Jepang semakin serius mewujudkan ambisinya menguasai industri robotik dunia. Ambisi itu ditunjukkan oleh langkah Innovation Network Corp of Japan (INCJ) yang kembali mengakuisisi perusahaan robotik. INCJ merupakan perusahaan yang dibiayai pemerintah Jepang dan fokus mengembangkan industri robotik.

Seorang sumber yang dikutip Bloomberg menyatakan, INCJ baru saja membeli sebagian saham Squse Inc. INCJ merogoh kocek ¥ 500 juta atau setara US$ 4,9 juta untuk membeli 20% saham produsen robot tangan yang berbasis di Kyoto ini. "Squse juga berencana menggelar penawaran saham perdana (IPO) dalam dua tahun mendatang," kata si sumber itu, Rabu (12/2).

Sekadar informasi, Squse memproduksi robot yang mampu melakukan gerakan laiknya tangan manusia. Robot pabrikan Squse bisa mengangkat dan memindahkan barang hingga seberat 1 kilogram. Robot Squse banyak dipakai di gudang produksi. Perusahaan yang berdiri tahun 1997 tersebut menjual robot di pasar Jepang.

Squse berambisi robot produksinya dapat terjual di pasar Asia, Eropa dan Amerika Serikat (AS) dalam tempo lima tahun mendatang. Sedangkan INCJ berdiri pada Juli 2009. Sejak lahir, INCJ telah berinvestasi pada sekitar 60 perusahaan robotik senilai total ¥ 700 miliar.

Pemerintah Jepang berkomitmen menyuntikkan modal hingga sebesar ¥ 2 triliun. Berdasarkan catatan Bloomberg, suntikan modal perdana pemerintah ¥ 280 miliar. Tahun lalu, INCJ mengakuisisi Prism Pharma dan Royal Gate. Sepak terjang INCJ tersebut dilatari oleh ambisi untuk menguasai industri robotik dunia.

Langkah INCJ tersebut seakan ingin menyusul jejak dua raksasa Internet, yaitu Amazon dan Google. Pada Desember tahun lalu, Google menyatakan keseriusannya berinvestasi di robotik. Komitmen raksasa mesin pencari di Internet itu diwujudkannya dengan membeli tujuh perusahaan robotik yang dimiliki Andy Rubin, otak di balik pengembangan sistem operasi Android.

Salah satu target akuisisi Google adalah Schaft Inc., perusahaan robot kaki yang berbasis di Tokyo. Sedangkan Amazon merogoh kocek US$ 775 juta untuk membeli Kiva Systems Inc. Robot Kiva berfungsi memindahkan barang pada gudang produksi makanan dan mobil.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×