Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Penulis buku Rich Dad Poor Dad sekaligus investor ternama Robert Kiyosaki kembali melontarkan peringatan keras terkait kondisi ekonomi global.
Melalui akun X yang diunggah pada Senin (30/3/2026), Kiyosaki menilai konflik Iran bukan sekadar perang biasa dan berpotensi menjadi perang berkepanjangan yang akan terus menekan pasar energi dunia.
Dalam unggahannya, Kiyosaki menyebut bahwa untuk menjadi investor kaya, seseorang harus mampu “melihat masa depan.” Menurutnya, ada dua alasan utama mengapa situasi ekonomi global ke depan bisa diprediksi dengan cukup mudah.
Pertama, ia menilai utang pemerintah, khususnya di Amerika Serikat, akan terus meningkat karena pemerintah akan terus mencetak uang.
“Utang nasional akan terus naik karena pemerintah akan terus mencetak uang palsu,” tulis Kiyosaki.
Kiyosaki mengatakan kondisi tersebut akan membuat inflasi semakin tinggi dan pada akhirnya merugikan masyarakat yang menyimpan uang tunai dalam dolar AS.
Kedua, ia menyoroti konflik Iran yang menurutnya merupakan “perang suci” antara kelompok agama tertentu. Ia menegaskan perang tersebut tidak akan pernah benar-benar berakhir.
“Perang di Iran adalah perang suci. Kristen dan Yahudi melawan Muslim. Perang itu tidak akan pernah berakhir,” tulisnya.
Baca Juga: Amerika Tak Diajak, 40 Negara Bahas Pembukaan Kembali Selat Hormuz
Menurut Kiyosaki, konflik yang berlarut-larut itu akan mendorong harga minyak terus naik dan memicu inflasi lebih besar di berbagai negara.
Ia juga mengkritik pola pikir investasi konvensional yang selama ini dianggap aman. Kiyosaki menyebut bahwa masyarakat akan menjadi pihak paling dirugikan jika terus mempercayai narasi klasik seperti sekolah tinggi, bekerja, membayar pajak, menabung dolar, lalu mengandalkan investasi jangka panjang di instrumen pasar modal.
Kiyosaki secara khusus menyoroti anggapan bahwa obligasi pemerintah Amerika Serikat adalah aset aman. Ia menyebut anggapan itu sebagai kebohongan terbesar.
“Kebohongan terbesar adalah obligasi AS aman,” tegasnya.
Dalam situasi krisis global yang menurutnya dipicu oleh kombinasi masalah minyak, utang, obligasi, uang, perbankan, dan inflasi, Kiyosaki menyatakan bahwa perlindungan terbaik bukan berasal dari pemerintah atau lembaga keuangan, melainkan dari edukasi finansial yang dimiliki seseorang.
Ia pun menyebut sejumlah aset yang menurutnya paling aman untuk tahun 2026. Di antaranya adalah emas, perak, minyak, makanan, Bitcoin, dan Ethereum.
“Investasi aman terbaik adalah emas asli, perak asli, minyak, makanan, Bitcoin, dan Ethereum,” tulisnya.
Tonton: Prabowo Disambut Upacara Megah di Korea! 10 Kerja Sama Strategis Disepakati
Meski begitu, Kiyosaki menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa ia tidak meminta publik mempercayainya mentah-mentah. Ia meminta setiap orang menilai sendiri apa yang menurut mereka benar dan nyata.
“Jangan percaya saya. Cari tahu apa yang nyata bagi Anda,” tutupnya.













