kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45702,42   14,31   2.08%
  • EMAS944.000 2,83%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Bursa Asia pulih dari keterpurukan pasca China terbuka terkait virus corona


Rabu, 22 Januari 2020 / 16:13 WIB
Bursa Asia pulih dari keterpurukan pasca China terbuka terkait virus corona
ILUSTRASI. Jatuhnya Indeks Hang Seng ditunjukkan pada panel di luar bank di Hong Kong, Cina, 9 Februari 2018.

Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Bursa saham Asia pada hari Rabu (22/1) pulih dari keterpurukan setelah pemerintah China merespons kekhawatiran global terhadap virus corona baru tersebut. Pasar saham Shanghai yang tergelincir di tengah kekhawatiran virus corona karena akan memukul industri pariwisata domestik China memperkecil penurunan.

Kekhawatiran terhadap virus ini memang sangat tinggi. Sebab pada pekan ini akan banyak orang bepergian untuk merayakan Tahun Baru Imlek. Namun keterbukaan pemerintah China kali ini direspons positif pasar. Apalagi Pemerintah China berupaya menekan penyebaran virus ini.

Baca Juga: Khawatir penyebaran virus corona, Korea Utara larang turis asing masuk

Hal ini berbeda dengan kejadian wabah Sindrom Pernafasan Akut Parah (SARS) pada 2002-2003, yang menewaskan hampir 800 orang dan melumpuhkan industri pariwisata dunia. 

Mengutip Reuters, Komisi Kesehatan Nasional China mengatakan pada hari Rabu bahwa ada 440 kasus virus baru ini, dan sembilan orang telah meninggal karenanya. Pemerintah China tengah melakukan sejumlah langkah untuk meminimalkan pertemuan di tempat umum, khususnya di daerah yang paling terdampak virus ini untuk menekan penyebarannya.

Baca Juga: Deteksi virus corona, Kemenkes siapkan termoscanner di 135 pintu akses ke Indonesia

Setelah pernyataan itu, Shanghai Composite Indeks pulih dari penurunan awal 1,4% hingga diperdagangkan lebih tinggi naik 0,01%. Sementara pasar saham di negara lain juga mulai menguat. Sementara aset safe haven seperti emas, obligas dan Yen Jepang mengalami penurunan.




TERBARU

Close [X]
×