kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.616.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 18.111   28,00   0,15%
  • IDX 6.186   94,98   1,56%
  • KOMPAS100 811   14,88   1,87%
  • LQ45 619   12,34   2,03%
  • ISSI 214   3,34   1,59%
  • IDX30 349   7,21   2,11%
  • IDXHIDIV20 430   7,44   1,76%
  • IDX80 93   1,76   1,94%
  • IDXV30 117   2,05   1,78%
  • IDXQ30 112   2,25   2,06%

Calon Presiden Prancis butuh aliansi di putaran II


Senin, 24 April 2017 / 13:10 WIB


Sumber: BBC,TribunNews.com | Editor: Rizki Caturini

Dua kekuatan politik

Berdasarkan hasil pemilihan sementara, Hamon sudah mengatakan kubunya akan mendukung Macron di putaran kedua, yang akan berlangsung pada 7 Mei mendatang.

Dukungan kepada Macron juga disampaikan Fillon -yang kampanyenya diwarnai dugaan skandal korupsi karena memberi pekerjaan kepada istrinya- dengan mengatakan Barisan Nasional Marien Le Pen hanya akan membawa 'ketidakberuntungan'.

Le Pen merupakan pemimpin yang antiimigran dan berjanji akan membawa Prancis ke luar dari Uni Eropa.

Dengan lolosnya Macron dan Le Pen ke putaran kedua, maka terhentilah tradisi pemilihan presiden yang biasanya didominasi oleh calon Partai Sosialis dan Partai Republik.

Terpecahnya suara para pemilih Prancis sehingga tidak terkonsentrasi pada dua partai tersebut, menurut Francois Raillon, antara lain disebabkan 'kemarahan' warga Prancis terhadap kemapanan politik.

"Rakyat tampaknya secara umum tidak puas, banyak yang marah, Jadi seolah-olah pemilih Prancis itu tidak percaya lagi pada politisi. Seolah-olah ada semacam pemberontakan terhadap kaum establishment (kaum politik mapan)," ujar Raillon.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×