kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.844.000   -183.000   -6,05%
  • USD/IDR 16.784   -34,00   -0,20%
  • IDX 8.047   124,49   1,57%
  • KOMPAS100 1.126   18,02   1,63%
  • LQ45 818   11,61   1,44%
  • ISSI 285   6,90   2,48%
  • IDX30 428   7,25   1,72%
  • IDXHIDIV20 513   7,20   1,43%
  • IDX80 126   2,14   1,74%
  • IDXV30 140   4,18   3,09%
  • IDXQ30 139   1,46   1,07%

Calon Presiden Prancis butuh aliansi di putaran II


Senin, 24 April 2017 / 13:10 WIB
Calon Presiden Prancis butuh aliansi di putaran II


Sumber: BBC,TribunNews.com | Editor: Rizki Caturini

Dua kekuatan politik

Berdasarkan hasil pemilihan sementara, Hamon sudah mengatakan kubunya akan mendukung Macron di putaran kedua, yang akan berlangsung pada 7 Mei mendatang.

Dukungan kepada Macron juga disampaikan Fillon -yang kampanyenya diwarnai dugaan skandal korupsi karena memberi pekerjaan kepada istrinya- dengan mengatakan Barisan Nasional Marien Le Pen hanya akan membawa 'ketidakberuntungan'.

Le Pen merupakan pemimpin yang antiimigran dan berjanji akan membawa Prancis ke luar dari Uni Eropa.

Dengan lolosnya Macron dan Le Pen ke putaran kedua, maka terhentilah tradisi pemilihan presiden yang biasanya didominasi oleh calon Partai Sosialis dan Partai Republik.

Terpecahnya suara para pemilih Prancis sehingga tidak terkonsentrasi pada dua partai tersebut, menurut Francois Raillon, antara lain disebabkan 'kemarahan' warga Prancis terhadap kemapanan politik.

"Rakyat tampaknya secara umum tidak puas, banyak yang marah, Jadi seolah-olah pemilih Prancis itu tidak percaya lagi pada politisi. Seolah-olah ada semacam pemberontakan terhadap kaum establishment (kaum politik mapan)," ujar Raillon.




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×