kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45672,14   1,07   0.16%
  • EMAS916.000 -1,08%
  • RD.SAHAM 0.54%
  • RD.CAMPURAN 0.26%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.10%

Cegah risiko global, Gubernur BOJ dukung pengeluaran fiskal pemerintah lebih besar


Kamis, 28 November 2019 / 13:36 WIB
Cegah risiko global, Gubernur BOJ dukung pengeluaran fiskal pemerintah lebih besar
ILUSTRASI. Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda

Reporter: Herlina KD | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda mendukung rencana pemerintah untuk menyusun paket pengeluaran fiskal untuk bantuan bencana dan langkah-langkah untuk membantu ekonomi mencegah peningkatan risiko global.

Mengutip Reuters, Kuroda mengatakan, tantangan yang ditimbulkan oleh serangkaian bencana alam baru-baru ini dan potensi pukulan terhadap ekonomi Jepang dari melambatnya pertumbuhan di luar negeri harus ditangani dengan lebih baik oleh pemerintah dengan kebijakan fiskal dan kebijakan struktural.

"Pada saat yang sama... ruang fiskal untuk pemerintah Jepang agak terbatas, sehingga diperlukan pengeluaran yang bijaksana," kata Kuroda dalam sebuah seminar seperti dikutip Reuters.

Dengan bank sentral besar telah menggunakan sebagian besar amunisi mereka untuk mendorong pertumbuhan, kebijakan fiskal menarik perhatian global sebagai instrumen yang lebih berguna untuk mencegah resesi lain.

Baca Juga: BOJ policymaker Sakurai sets high bar for additional easing

Di Jepang, para politisi menekan pemerintah untuk menyusun paket pengeluaran besar, meningkatkan kemungkinan kebijakan fiskal yang dapat memainkan peran yang lebih besar dalam mempertahankan pemulihan ekonomi yang rapuh dengan risiko lebih banyak penerbitan utang.

Kuroda mengatakan, perpaduan langkah-langkah stimulus fiskal dan moneter adalah cara standar untuk mendukung perekonomian dan sesuatu yang sudah dilakukan BOJ dengan menjaga biaya pinjaman tetap rendah di bawah kebijakan pengendalian kurva hasil (YCC).

"YCC yang bermaksud mempertahankan suku bunga jangka pendek dan jangka panjang cukup rendah, akan membuat kebijakan fiskal lebih efektif," katanya.

"Tetapi kebijakan moneter kami akan terus dipandu oleh tujuan utama kami, yaitu mencapai stabilitas harga dan menjaga stabilitas keuangan."

Karena Jepang rentan terhadap topan besar dan gempa bumi, Kuroda menyoroti risiko terkait perubahan iklim sebagai contoh masalah baru yang harus dihadapi bank sentral dalam menjaga stabilitas keuangan.

Menurut Kuroda, bencana alam, seperti topan kuat yang melanda Jepang pada Oktober, dapat mengikis nilai aset dan agunan, dan risiko yang terkait dapat menimbulkan tantangan signifikan bagi lembaga keuangan.

Baca Juga: BOJ can still deepen negative rates, within limits - Kuroda

"Risiko terkait iklim berbeda dari risiko lain karena dampak jangka panjangnya berarti bahwa dampaknya akan bertahan lebih lama daripada risiko keuangan lainnya, dan dampaknya jauh lebih sulit diprediksi," katanya.

"Oleh karena itu perlu untuk menyelidiki dan menganalisis dampak risiko terkait iklim secara menyeluruh."



TERBARU

[X]
×