kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45975,16   -1,28   -0.13%
  • EMAS915.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.19%
  • RD.CAMPURAN -0.05%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.12%

CEO Pfizer: Kita akan dapat kembali ke kehidupan normal tahun depan


Senin, 27 September 2021 / 08:55 WIB
CEO Pfizer: Kita akan dapat kembali ke kehidupan normal tahun depan
ILUSTRASI. CEO Pfizer Albert Bourla mengatakan dirinya percaya kehidupan akan kembali normal pada tahun depan. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration

Sumber: Business Insider | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Pada Minggu (26/9/2021), CEO Pfizer Albert Bourla mengatakan dirinya percaya kehidupan akan kembali normal pada tahun depan meskipun varian baru Covid-19 kemungkinan akan terus muncul di seluruh dunia.

"Saya setuju bahwa dalam setahun kita akan dapat kembali ke kehidupan normal," kata Bourla saat tampil di "This Week" ABC News

Dia menambahkan, "Saya tidak berpikir ini berarti bahwa varian tidak akan terus datang, dan saya tidak berpikir ini berarti kita harus dapat menjalani hidup kita tanpa vaksinasi."

Melansir Business Insider, komentar Bourla menegaskan pernyataan yang dibuat minggu lalu oleh CEO Moderna Stéphane Bancel, yang memperkirakan pandemi akan berakhir "dalam setahun".

"Jika Anda melihat perluasan kapasitas produksi di seluruh industri selama enam bulan terakhir, dosis yang cukup akan tersedia pada pertengahan tahun depan sehingga semua orang di Bumi ini dapat divaksinasi," kata Bancel kepada surat kabar Swiss Neue Zürcher Zeitung, seperti yang diberitakan Reuters.

Baca Juga: Bos Moderna prediksi pandemi Covid-19 akan berakhir dalam setahun

Bancel mengatakan orang yang tidak divaksinasi akan mengimunisasi diri mereka sendiri secara alami karena varian Delta sangat menular.

"Dengan cara ini kita akan berakhir dalam situasi yang mirip dengan flu. Anda bisa mendapatkan vaksinasi dan memiliki musim dingin yang baik. Atau Anda tidak melakukannya dan berisiko sakit dan bahkan mungkin berakhir di rumah sakit," katanya. 

Bourla pada hari Minggu mengatakan kepada George Stephanopoulos dari ABC News bahwa dia yakin Covid-19 kemungkinan akan memerlukan vaksinasi tahunan untuk mengatasi varian yang muncul di seluruh dunia.

Baca Juga: Proses vaksinasi Covid-19 akan memakan waktu 8-9 bulan

"Skenario yang paling mungkin bagi saya - karena virus ini tersebar di seluruh dunia - adalah kita akan terus melihat varian baru yang keluar, dan juga kita akan memiliki vaksin yang akan bertahan setidaknya satu tahun," katanya. 

Dia menilai, skenario yang paling mungkin adalah vaksinasi tahunan. "Tapi kami tidak tahu persis. Kami harus menunggu dan melihat datanya," ujar Bourla.

Pernyataan itu muncul saat suntikan penguat vaksin tersedia bagi jutaan orang Amerika yang memenuhi syarat.

Administrasi Makanan dan Obat-obatan AS minggu lalu mengizinkan booster Pfizer untuk orang berusia 65 tahun ke atas dan orang lain yang berisiko tinggi terkena Covid-19 parah, termasuk orang yang lebih mungkin sakit karena status kesehatan mereka, dan orang lain yang berisiko tinggi terpapar terhadap virus karena tempat mereka tinggal dan bekerja.

Perkembangan itu terjadi pada minggu yang sama ketika kematian akibat virus corona di AS melampaui pandemi influenza 1918-1919.

 

Selanjutnya: Studi Malaysia: Vaksin Covid-19 Sinovac sangat efektif melawan penyakit serius

 




TERBARU
Kontan Academy
The Hybrid Salesperson The New Way to Sell in The New Era Certified Supply Chain Manager (CSCM) Batch 2

[X]
×