kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.049.000   4.000   0,13%
  • USD/IDR 16.943   24,00   0,14%
  • IDX 7.711   133,47   1,76%
  • KOMPAS100 1.077   18,47   1,75%
  • LQ45 788   15,37   1,99%
  • ISSI 273   5,07   1,89%
  • IDX30 419   8,93   2,18%
  • IDXHIDIV20 515   13,10   2,61%
  • IDX80 121   2,06   1,73%
  • IDXV30 139   2,88   2,11%
  • IDXQ30 135   3,02   2,28%

China akan Perluas Penanaman Kedelai dan Jagung Hasil Rekayasa Genetika


Selasa, 23 Januari 2024 / 11:23 WIB
China akan Perluas Penanaman Kedelai dan Jagung Hasil Rekayasa Genetika
ILUSTRASI. China akan memperluas penanaman kedelai dan jagung hasil rekayasa genetika. ;Sumber Foto : baomol.com


Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - BEIJING. China akan memperluas penanaman kedelai dan jagung hasil rekayasa genetika. Seorang pejabat pemerintah mengatakan, upaya ini dilakukan seiring dengan upaya China untuk meningkatkan hasil panen dan meningkatkan ketahanan pangan.

Mengutip Reuters, Selasa (23/1), China mengimpor lebih dari 100 juta metrik ton kedelai dan biji-bijian setiap tahunnya untuk memberi makan ternak. Penanaman varietas transgenik (rekayasa genetika) dalam skala besar akan meningkatkan hasil panen dan secara signifikan menurunkan pembelian dari Amerika Serikat dan Brasil di masa mendatang.

China pada bulan Desember mengeluarkan izin kepada 26 perusahaan untuk memproduksi dan menjual benih jagung dan kedelai transgenik dan minggu lalu menyetujui varietas tambahan kedelai dan jagung transgenik untuk impor dan produksi.

Baca Juga: Konflik di Laut China Selatan & Pendangkalan Terusan Panama Bikin Bengkak Biaya Impor

“Pada langkah selanjutnya, kami akan meningkatkan teknologi dan memperkuat manajemen serta memperluas penggunaan jagung dan kedelai transgenik secara tertib,” kata Pan Wenbo, direktur departemen pengelolaan penanaman di Kementerian Pertanian.

Ia menambahkan, kedelai dan jagung transgenik telah menunjukkan hasil yang baik dalam meningkatkan produksi dan menurunkan biaya dibandingkan dengan jenis benih konvensional.

Deng Xiaogang, wakil menteri di kementerian tersebut, juga mengatakan China telah berhasil menyelesaikan proyek percontohan untuk komersialisasi kedelai dan jagung transgenik.


Berita Terkait



TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×