kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -7.000   -0,27%
  • USD/IDR 18.040   32,00   0,18%
  • IDX 6.295   60,82   0,98%
  • KOMPAS100 826   8,22   1,00%
  • LQ45 630   6,27   1,00%
  • ISSI 217   1,60   0,74%
  • IDX30 354   3,94   1,13%
  • IDXHIDIV20 434   3,81   0,89%
  • IDX80 94   0,88   0,94%
  • IDXV30 119   0,72   0,60%
  • IDXQ30 113   0,96   0,85%

China akan segera melampaui Rusia sebagai ancaman nuklir utama AS


Sabtu, 28 Agustus 2021 / 08:38 WIB
ILUSTRASI. Seorang pejabat senior militer AS mengatakan pada hari Jumat (27/8/2021), China akan segera melampaui Rusia sebagai ancaman nuklir utama Amerika Serikat. REUTERS/Stringer


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Seorang pejabat senior militer AS mengatakan pada hari Jumat (27/8/2021), China akan segera melampaui Rusia sebagai ancaman nuklir utama Amerika Serikat. Dia memperingatkan bahwa kedua negara tidak memiliki mekanisme untuk mencegah miskomunikasi. 

Mengutip Reuters, Letnan Jenderal Angkatan Udara AS Thomas Bussiere, wakil komandan Komando Strategis AS, yang mengawasi persenjataan nuklir China mengatakan pengembangan kemampuan nuklir China tidak dapat lagi diselaraskan dengan klaim publiknya bahwa ia ingin mempertahankan pencegah nuklir minimum. 

"Akan ada titik, titik persimpangan, di mana jumlah ancaman yang diberikan oleh China akan melebihi jumlah ancaman yang saat ini dihadirkan Rusia," kata Bussiere dalam sebuah forum online.

Dia mengatakan, penentuan tidak akan hanya didasarkan pada jumlah hulu ledak nuklir yang ditimbun Beijing, tetapi juga pada bagaimana mereka secara operasional menerjunkannya.

Baca Juga: China kabarnya luncurkan rudal pembunuh kapal induk dalam latihan, ini kemampuannya

"Akan ada titik persimpangan, kami percaya, dalam beberapa tahun ke depan," kata Bussiere seperti yang dilansir Reuters.

Tidak seperti Rusia, Amerika Serikat tidak memiliki perjanjian atau mekanisme dialog dengan China mengenai masalah ini untuk mengurangi kesalahan persepsi atau kebingungan.

Pernyataan Bussiere muncul ketika Amerika Serikat berusaha untuk menyelaraskan kembali kebijakan luar negerinya untuk memberikan penekanan yang lebih besar di kawasan Indo-Pasifik untuk melawan kekuatan ekonomi dan militer China yang tumbuh.

Baca Juga: Rusia: AS membuat sarang ketegangan jangka panjang di Asia Tenggara




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×