Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman membahas perkembangan situasi kawasan dengan Kepala Komando Pusat Amerika Serikat (US CENTCOM) Laksamana Brad Cooper di Jeddah, Senin (14/9/2026).
Pertemuan tersebut berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan antara Arab Saudi dan kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran di Yaman.
Baca Juga: Dolar AS Menguat ke Level Tertinggi 2 Pekan Senin (14/9), Harga Minyak Jadi Pemicu
Pertemuan itu terjadi beberapa hari setelah tiga sumber yang mengetahui persoalan tersebut mengatakan kepada Reuters bahwa Mohammed bin Salman telah meminta bantuan militer kepada Presiden AS Donald Trump untuk menghadapi Houthi.
Namun, Trump tidak menyetujui serangan militer langsung AS terhadap kelompok tersebut. Washington justru memberi tahu Riyadh bahwa AS akan memberikan bantuan berupa berbagi intelijen dan dukungan penargetan, menurut sumber Reuters.
Dalam beberapa waktu terakhir, Houthi meningkatkan serangan terhadap sejumlah kota dan infrastruktur energi Arab Saudi.
Kelompok tersebut juga terus bergerak di sepanjang pesisir Laut Merah Yaman menuju Selat Bab el-Mandeb, salah satu jalur pelayaran penting dunia.
Baca Juga: Kabur dari China Gara-gara Tarif AS, Perusahaan Kini Mulai Kembali
Eskalasi ini membuka medan konflik kedua dalam konflik regional yang lebih luas. Kondisi tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap ekspor minyak Arab Saudi serta kelancaran pelayaran global.
Jika serangan terhadap infrastruktur energi dan jalur pelayaran terus berlanjut, gangguan pasokan minyak dari kawasan tersebut berpotensi semakin menekan pasar energi global.














