kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45868,39   -1,11   -0.13%
  • EMAS947.000 1,07%
  • RD.SAHAM -0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.10%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

China bakal pangkas penggunaan batu bara, ini alasannya


Jumat, 23 April 2021 / 07:29 WIB
China bakal pangkas penggunaan batu bara, ini alasannya
ILUSTRASI. Presiden China Xi Jinping pada Kamis (22/4/2021) berjanji untuk membatasi proyek-proyek pembangkit listrik dengan tenaga batu bara. REUTERS/Carlos Garcia Rawlins


Sumber: The Straits Times | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Presiden China Xi Jinping pada Kamis (22/4/2021) berjanji untuk membatasi proyek-proyek pembangkit listrik dengan tenaga batu bara yang sangat berpolusi, dan mulai mengurangi ketergantungan pada sumber energi ini dalam lima tahun.

Melansir Straits Times, Xi Jinping juga menegaskan kembali rencana China untuk emisi karbon puncak sebelum tahun 2030 dan untuk mencapai status nol bersih pada tahun 2060.

Saat menghadiri KTT virtual yang khusus membahas perubahan iklim yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat Joe Biden, Xi Jinping hanya mengulangi tujuan sebelumnya yang telah ditetapkan China, meskipun ada ekspektasi pengumuman kebijakan perubahan iklim baru.

“Kita harus berkomitmen untuk pembangunan hijau. Pegunungan hijau adalah gunung emas, melindungi lingkungan berarti melindungi produktivitas,” kata Xi Jinping seperti yang dilansir Straits Times.

Baca Juga: Inilah pesan Xi Jinping kepada dunia soal pandemi Covid-19

KTT tersebut dihadiri 40 kepala negara termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin dan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson.

Acara virtual dua hari itu juga menghadirkan para eksekutif perusahaan, ketua serikat, Paus Francis dan pendiri Microsoft, Bill Gates.

Xi Jinping berjanji untuk mengurangi konsumsi batu bara antara tahun 2026 dan 2030.

Regulator energi negara itu sebelumnya mengatakan akan menargetkan pengurangan pangsa batubara dalam total bauran energinya menjadi kurang dari 56% tahun ini.

Baca Juga: Xi Jinping: Dunia menginginkan keadilan, bukan hegemoni




TERBARU

[X]
×